PKBM Ini Kehilangan Hak Tanda Tangan Ijazah

Pemalang (14/04/2017) Ada PKBM yang kehilangan hak untuk tanda tangan ijazah pendidikan kesetaraan. Mengapa bisa terjadi? Ini penyebabnya.

Ada pertanyaan via percakapan Whats App “Apakah peserta didik dari PKBM lain yang diinput DAPODIK melalui PKBM saya dapat tanda tangan ijazah?” Pertanyaan ini tidak hanya satu dua kali, banyak yang menanyakan. Begini penjelasannya.

Mulai tahun ini pendaftaran, lebih tepatnya pendataan, calon peserta ujian nasional pendidikan nasional (UNPK) dilakukan melalui aplikasi Dapodik Dikmas. PKBM yang sudah mendaftarkan diri ke admin Dinas Kabupaten Kota akan mendapatkan kode registrasi dan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN). Kemudian operator atau admin PKBM melakukan entry data, termasuk data peserta didik. Akhirnya peserta didik akan mendapatkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).

Setiap peserta didik yang diinput oleh operator PKBM oleh sistem DAPODIK Dikmas diakui sebagai peserta didik PKBM yang bersangkutan.

Persoalan muncul ketika ada PKBM yang belum siap melakukan pendaftaran DAPODIK maka menitipkan peserta didiknya pada PKBM lain. Misalnya PKBM X belum memiliki NPSN tapi memiliki peserta didik yang akan UNPK, menitipkan pada PKBM Y. PKBM Y kemudian menginput peserta didik PKBM X pada DAPDODIKnya. Maka oleh DAPODIK peserta didik PKBM X tersebut diakui sebagai peserta didik PKBM Y.

Dengan demikian ketika peserta didik dinyatakan lulus dan mendapatkan ijazah, maka ijazah yang bersangkutan ditandatangani oleh Ketua PKBM Y. PKBM X menjadi kehilangan hak untuk tanda tangan ijazah karena aplikasi DAPODIK tidak mengenal sebagai peserta didik PKBM X. Dalam DAPODIK peserta didik yang dititipkan memiliki NPSN PKBM Y. NISN yang dimiliki peserta didik juga berbasis PKBM Y bukan berbasis pada PKBM X.

Pada awalnya upaya penitipan peserta didik pada PKBM lain ini tidak disadari implikasinya. Akhirnya ketika dijelaskan pengelola PKBM menyatakan penyesalannya. Inilah resiko yang harus dihadapi oleh PKBM yang menitipkan entri DAPODIK Dikmas pada PKBM lain.

Oleh karena itu setiap PKBM wajib memiliki DAPODIK untuk menginput peserta didiknya sendiri, sehingga pada gilirannya tetap akan mendapatkan hak untuk tanda tangan ijazah. Walau PKBM tersebut belum terakreditasi, karena ijazah diterbitkan oleh satuan pendidikan asal. Jika peserta didik dititipkan pada DAPODIK PKBM Y, secara sistem ia dianggap asalnya adalah PKBM Y. Penandatangan ijazah adalah PKBM Y. [fauziep]

2 tanggapan pada “PKBM Ini Kehilangan Hak Tanda Tangan Ijazah”

  1. mantaf …… informasi yang amat sangat berharga demi kejelasan ijazah warga belajar agar tidak menjadi trouble dikemudian hari….

    1. Sangat Penting informasi ini,, memperjelas pengelola dilapangan agar tidak terjadi Simpang siur pendapat

Komentar ditutup.