Paket A Bisa Mulai Kelas IV?

Yogyakarta (10/10/2020) Hari ini saya mendapatkan tiga chat WhatApps dengan konten dan rangkaian kata yang nyaris sama. Bunyinya seperti ini “Per tahun 2021, UN dihapus dan diganti dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Fix. Masih bilang ini hoax? Dihapuskannya UN maka masuk PKBM tidak bisa lagi dari kelas 4 apalagi 1 th sebelum kelas 6 karena penentuan kelulusan ada di kelas 2, 4 dan 6. Mau tidak mau suka tidak suka, hser harus masuk PKBM sejak kelas 1 untuk Paket A.” Dari chat tersebut dapat disimpulkan bahwa selama ini ada praktek masuk Paket A langsung mulai kelas IV. Benarkah demikian?

Ada beberapa hal yang perlu diluruskan terkait dengan chat yang beredar di atas. Pertama, bahwa sejak terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Standar Nasional Pendidikan maka pada jenjang pendidikan dasar ujian nasional dikecualikan untuk SD/MI/SDLB atau bentuk lain sederajat (pasal 67 ayat 1a). Adapun yang dimaksud bentuk lain sederajat adalah Paket A. Dengan demikian pernyataan pada kalimat di atas dalam konteks Paket A ujian nasional dihapus sejak tahun 2021 kurang tepat pernyataannya. Pada SD/MI/SDLB dan Paket A ujian nasional dihapus sejak lama. Ujian nasional yang dihapus sejak tahun 2021 adalah untuk SMP/MTs dan SMA/MA serta SMK/MAK. Walaupun sejatinya ujian nasional dipercepat sejak 2020 karena adanya wabah pandemi Covid-19.

Kedua, asesmen kompetensi minimal dan survei karakter tidak menentukan kelulusan. Bahkan sejak berlakunya peraturan pemerintah sebagaimana disebutkan di atas kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan tidak lagi ditentukan oleh hasil ujian nasional. Kelulusan peserta didik ditentukan oleh hasil penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan.

Ketiga, adanya anggapan yang salah bahwa masuk Paket A di PKBM bisa langsung kelas IV. Orang tua beranggapan bahwa pembelajaran pada kelas 1 sampai dengan kelas 3 dilakukan dengan pola sekolahrumah tidak perlu mencatatkan di PKBM. Kewajiban mencatatkan diri di PKBM bukan karena ujian nasional dihapus. Tapi karena aturan dan prosedur memang peserta didik harus mulai belajar sejak kelas 1 di PKBM, walau orang tua melaksanakan sekolahrumah. Peserta didik harus masuk di PKBM sejak kelas 1 agar sejak awal memiliki dokumen rapor dan jejak digital terdaftar di DAPODIK. J

Jika peserta didik masuk kelas IV di PKBM hanya ada dua pintu masuk, yaitu lulusan pendidikan keaksaraan lanjutan dan pindahan dari sekolah. Di luar jalur itu tidak ada pintu masuk langsung kelas IV. Sehingga sebenarnya (sejak dulu) jika peserta didik dimasukkan kelas IV di luar dua pintu masuk itu tidak tepat.

Saat ini sangat gampang melihat jejak digital peserta didik apakah melakukan pembelajaran dari kelas 1 dilakukan secara sah atau tidak. Orang tua tidak bisa menyatakan diri sudah melakukan pembelajaran sekolahrumah selama tiga tahun belajar baca tulis hitung tanpa didukung dokumen yang sah. Barangkali orang tua menyusun laporan hasil belajar, namun laporan hasil belajar yang tidak diunggah di DAPODIK secara berkala sejak kelas 1 adalah tidak sah. Pihak yang bisa mengunggah laporan hasil belajar adalah satuan pendidikan yang dalam hal ini adalah PKBM atau SKB. Jika laporan hasil belajar tidak diunggah di DAPODIK serta pserta didik tidak tercatat sejak kelas I sampai dengan kelas III, maka tidak bisa langsung ke kelas IV. Pada ketentuan kelulusan dari satuan pendidikan dasar dan menengah sebagaimana diatur dalam pasal 72 ayat (1) Peraturan Pemerintah nomor 32 Tahun 2013 disebutkan bahwa “Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan dasar dan menengah setelah (a) menyelesaikan seluruh program pembelajaran…” Jika peserta didik langsung masuk kelas IV dan tidak memiliki dokumen rapor kelas 1 sampai dengan kelas 3 tidak bisa disebut sebagai menyelesaikan seluruh program. Karena penyelesaian seluruh program harus bisa dibuktikan dengan laporan hasil belajar (buku rapor) yang dikeluarkan satuan pendidikan yang sah yaitu yang memiliki Nomor Pokok Satuan Pendidikan dan DAPODIK. [fauziep]

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.