K13 Pendidikan Kesetaraan Tidak Ada Mata Pelajaran Olah Raga, Seni Budaya dan Prakarya, tapi Keterampilan Wajib

Yogyakarta (11/11/2020) Masih ada yang bingung keberadaan mata pelajaran Olah Raga dan Rekreasi, Seni dan Budaya serta Prakarya pada kurikulum 2013 pendidikan kesetaraan. Padahal pada kurikulum 2013 pendidikan formal ketiga mata pelajaran tersebut tercantum pada struktur kurikulumnya. Bagaimana keberadaan ketiga mata pelajaran tersebut pada kurikulum 2013 pendidikan kesetaraan?

Untuk melakukan pengecekan keberadaan ketiga mata pelajaran tersebut pada kurikulum 2013 pendidikan kesetaraan dapat dicek melalui dokumen Kurikulum 2013 Pendidikan Kesetaran Paket A, Paket B dan Paket C. Berdasarkan dokumen resmi tersebut tidak ditemukan adanya mata pelajaran Olah Raga dan Rekreasi, Seni dan Budaya serta Prakarya pada struktur kurikulum 2013 pendidikan kesetaraan. Namun demikian dalam penjelasan dokumen tersebut disebutkan bahwa ketiganya merupakan muatan kurikulum pada mata pelajaran keterampilan wajib.

Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa Olah Raga dan Rekreasi, Seni dan Budaya serta Prakarya pada struktur kurikulum 2013 pendidikan kesetaraan merupakan muatan kurikulum bukan mata pelajaran. Ketiga muatan tersebut masuk pada mata pelajaran keterampilan wajib yang merupakan bagian dari Kelompok Khusus. Berbeda dengan struktur kurikulum pendidikan formal, ketiganya menjadi mata pelajaran yang masuk pada Kelompok B.

Penyajian ketiga muatan kurikulum tersebut dalam pendidikan kesetaraan tidak harus berupa mata pelajaran, namun bisa berupa kegiatan atau even. Dan tidak harus dalam kegiatan pembelajaran mingguan namun bisa disajikan dalam blok waktu tertentu. Misalnya melakukan pertandingan beberapa cabang olah raga, atau kegiatan olah raga lainnya misalnya latihan pencak silat yang intinya bertujuan untuk untuk membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani, dan menumbuhkan rasa sportivitas. Demikian pula kegaitan seni dan budaya bisa dilakukan dengan bentuk pertunjukkan pentas seni, ketika peserta didik akan melakukan pementasan sudah barang tentu akan mempersiapkan diri. Proses persiapan dan pementasan itu sebenarnya sudah proses pembelajaran. Pembelajaran yang lebih bermakna dari pada bentuk “pelajaran” di kelas. Bisa saja muatan seni dan budaya peserta didik diminta untuk menguasai salah satu alat musik, tarian atau bentuk seni budaya. Proses penguasaan kompetensi tersebut bisa dilakukan secara mandiri atau pendampingan oleh narasumber yang berkompetens. Demikian pula muatan prakarya bisa dikombinasikan dengan pementasan, misalnya peserta didik diminta menyiapkan properti pentas atau mengadakan bazar kerajinan.

Namanya saja keterampilan wajib, ketiga muatan tersebut harus disampaikan semuanya walaupun dalam proporsi yang berbeda. Tidak harus sama. Bobot SKK mata pelajaran keterampilan wajib jadi satu, tidak dibagi lagi menjadi tiga muatan kurikulum. Pembagian alokasi waktu ketiga muatan tersebut dan perencanaan programnya dapat dicermati tulisan berikut ini.

Implikasinya pelaporan nilai pada rapor disajikan satu nilai yaitu nilai mata pelajaran keterampilan yang merupakan gabungan dari nilai Olah Raga dan Rekreasi, Seni dan Budaya serta Prakarya. [fauzep]

2 tanggapan pada “K13 Pendidikan Kesetaraan Tidak Ada Mata Pelajaran Olah Raga, Seni Budaya dan Prakarya, tapi Keterampilan Wajib”

  1. Terima kasih Pak Fauzi.
    Saya baru tahu pelaksanaan ketrampilan wajib ini.
    Sejatinya sdh kami laksanakan, tapi dasarnya tdk tahu. Membaca artikel inilah akhirnya jadi dasar pelaksanaannya.

    Saya melaksanakan ketrampilan wajib sesuai kebutuhan peserta didik, ketrampilan langsung praktek

Komentar ditutup.