Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi Nasional Tahun 2015

IMG_20150605_100052Medan (08/06/2015) Penggunaan akronim pada judul karya nyata mulai dipertanyakan yuri karya nyata/karya tulis. Penggunaan akronim ini menjadi trend sebagian besar provinsi pada Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi Tingkat Nasional 2015 di Medan. Namun, yuri justru mulai mempertanyakan penggunaan akronim yang sering tidak sesuai dengan konseptualisasi inovasi karya nyata.

Pengunaan akronim pada judul karya nyata dan bentuk inovasi menjadi trend karena mengekor keberhasilan kontingen Jawa Tengah yang berhasil merajai perolehan prestasi dan menjadi juara umum secara berturut-turut mulai tahun 2010-2013.

Penggunaan akronim pada awalnya berhasil menarik perhatian yuri karena terkesan kreatif dan menarik, bahkan menggelitik. Walaupun pembuatan akronim sering tidak mengikuti kaidah bahasa Indonesia. Terkesan dipaksakan agar enak didengar dan menarik. Namun toh, akronim itu menjadi senjata ampuh bagi kontingen Jawa Tengah untuk meraih prestasi dengan meramu inovasi menjadi sebuah akronim yang enak didengar di telinga, menggelitik sehingga terkesan inovatif.

Akhirnya akronim tersebut menjadi trend, dan diikuti oleh berbagai kontingen provinsi. Tidak afdol rasanya jika judul karya nyata tidak menggunakan akronim. Maka kemudian judul dipaksakan dibuat menggunakan akronim agar kelihatan keren.

Namun sayang, dalam pembuatan akronim sering tidak menghiraukan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Asal saja membuat akronim dengan cara mengambil huruf atau suku kata dalam rangkaian kata karya inovasi. Bahkan akronim yang dihasilkan sering tidak sesuai dengan konseptualisasi dan peta konsep.

Misalnya, metode pembelajaran LION dibentuk dari rangkaian kata Lugas Interaktif kOmunikatif dan meNarik. Kesan pertama membaca metode pembelajaran LION, otak kita pasti akan otomatis terasosiasi dengan sebuat perusahaan maskapai nasional yang tidak ada hubungannya dengan metode pembelajaran oleh pendidik. Lebih dari itu pembentukan akronim di atas tidak mengikuti kaidah bahasa Indonesia.

Nampaknya tahun ini sebagian yuri sudah mulai kritis dalam menyikapi penggunaan akronim tersebut. Sikap kritis yuri tersebut misalnya terjadi pada karya nyata tutor keaksaraan fungsional, pamong belajar, penilik, taman bacaan masyarakat, dan kepala SKB. Hal yang sama juga terjadi pada sebagian karya nyata instruktur kursus.