Usulan Revisi Jabatan Fungsional Pamong Belajar dan Angka Kreditnya

Serpong (10/06/2017) Perubahan tugas Sanggar Kegiatan Belajar dan UPT Pusat (PP PAUD dan Dikmas dan BP PAUD dan Dikmas) mendorong usulan revisi Permenpan RB nomor 15 Tahun 2010 tentang Jabatan Pamong Belajar dan Angka Kreditnya. Jika tidak dilakukan revisi niscaya pamong belajar dalam melaksanakan tugas pokoknya akan banyak dirugikan karena adanya ketidaksesuaian antara tugas lembaga sebagai wadah pamong belajar dan tugas pokok jabatan fungsionalnya.

Terbitnya Permendikbud nomor 4 Tahun 2016 tentang Alih Fungsi Sanggar Kegiatan Belajar sebagai Satuan Pendidikan Nonfomal Sejenis menegaskan eksistensi pamong belajar pendidik. Namun demikian sejatinya pamong belajar tetap dibebani kegiatan yang sifatnya tidak murni pendidik karena kekhasan pendidikan nonformal. Misalnya kegiatan melakukan identifikasi kebutuhan belajar dalam mana tidak ada dalam kegiatan jabatan jenis pendidik yang lain seperti guru, widyaiswara dan dosen. Pun kegiatan pengembangan model tidak ada dalam rincian kegiatan guru (pendidikan formal). Namun demikian dengan status Sanggar Kegiatan Belajar sebagai satuan pendidikan, maka rincian kegiatan pamong belajar Sanggar Kegiatan Belajar akan lebih fokus dalam kegiatan belajar mengajar seperti guru di sekolah.

Permendikbud nomor 68 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja PP PAUD dan Dikmas mengamanatkan dua tugas pokok lembaganya yaitu pengembangan model dan pengembangan mutu. Sedangkan BP PAUD dan Dikmas sebagai diatur dalam Permendikbud nomor 5 Tahun 2017 memiliki tugas pengembangan program dan pengembangan mutu. Tugas pengembangan model/program selama ini sudah diakomodasi dalam tugas pokok pamong belajar, namun demikian tidak halnya dengan tugas pengembangan mutu. Tugas pengembangan mutu memiliki dua turunan fungsi yaitu pemetaan mutu dan supervisi satuan PAUD dan Dikmas. Tugas dan fungsi berkaitan dengan pengembangan mutu inilah yang tidak diakomodasi dalam uraian kegiatan pamong belajar sebagaimana diatur dalam Permenpan RB nomor 15 Tahun 2010.

Persoalannya, tugas pamong belajar di Sanggar Kegiatan Belajar dan di PP PAUD dan Dikmas serta BP PAUD dan Dikmas memiliki perbedaan signifikan. Pamong belajar di Sanggar Kegiatan Belajar lebih berorientasi pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, sedangkan pamong belajar di PP PAUD dan Dikmas serta BP PAUD dan Dikmas lebih fokus pada pengembangan model dan mutu. Ada kehendak dipisahkan uraian kegiatan jabatan fungsional pamong belajar di Sanggar Kegiatan Belajar  dan di PP PAUD dan Dikmas serta BP PAUD dan Dikmas. Namun demikian akhirnya disepakati bahwa tugas pokok pamong belajar tidak perlu dipisahkan.

Akhirnya Workshop Usulan Revisi Permenpan RB nomor 15 Tahun 2010 di Hotel Atria Serpong, 7-10 Juni 2017, menyepakati usulan revisi tugas pokok pamong belajar yang baru sebagai berikut (1) kegiatan belajar mengajar; (2) pengembangan model, pengembangan program, dan percontohan program; dan (3) pengembangan mutu. Pada butir kegiatan kedua pengembangan model dan pengembangan program dilaksanakan oleh pamong belajar PP PAUD dan Dikmas serta BP PAUD dan Dikmas, sedangkan percontohan program oleh pamong belajar Sanggar Kegiatan Belajar. Usulan lainnya adalah diusulkan jenjang jabatan pamong belajar sampai pamong belajar utama seperti halnya guru (sekolah), dan penghapusan syarat uji kompetensi. Uji kompetensi sebagai syarat kenaikan jenjang menjadi tidak relevan karena urian kegiatan pamong belajar, terutama kegiatan belajar mengajar, dilaksanakan pada semua jenjang jabatan. Tidak ada gradasi butir kegiatan. Karena itu tidak diperlukan uji kompetensi untuk kenaikan jabatan. Pada bagian lain disepakati pula, pamong belajar pada UPT sejenis di provinsi (seperti di DKI) mengikuti ketentuan pamong belajar BP PAUD dan Dikmas.

Usulan revisi jabatan fungsional pamong belajar tetap diberlakukan bagi pamong belajar di PP PAUD dan Dikmas serta BP PAUD dan Dikmas karena diperoleh informasi bahwa proses usulan widyaprada masih lama. Sehingga proses usulan revisi jalan terus, termasuk bagi pamong belajar di UPT Pusat.

Workshop tersebut diikuti oleh unsur Pengurus Pusat Ikatan Pamong Belajar Indonesia, pemangku jabatan pamong belajar dari unsur PP PAUD dan Dikmas, BP PAUD dan Dikmas serta Sanggar Kegiatan Belajar, dan akademisi dari perguruan tinggi. [fauziep]