USBN dan Tantangan Forum Tutor Pendidikan Kesetaraan Nasional

Yogyakarta (07/02/2017) Mulai tahun pelajaran 2017/2018 ini pelaksanaan ujian pendidikan kesetaraan ditingkatkan menjadi ujian sekolah berstandar nasional (USBN). Kisi-kisi dibuat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ditambah adanya 20%-25% soal dari pusat. Sejumlah soal 75%-80% disusun oleh satuan pendidikan dengan melibatkan Forum Tutor Pendidikan Kesetaraan Nasional tingkat kabupaten/kota.

Menyimak Pedoman Operasional Standar (POS) USBN, disebutkan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menetapkan Forum Tutor Pendidikan Kesetaraan Nasional (FTKPN) tingkat kabupaten/kota yang akan dilibatkan dalam USBN (halaman 8). Artinya forum tutor yang terlibat dalam USBN di bawah koordinasi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Selanjutnya pada halaman 13 disebutkan bahwa tutor satuan pendidikan menyusun soal USBN berdasarkan hasi indikator yang telah ditelaah oleh FTPKN tingkat kabupaten/kota.

Badan Standar Nasional Pendidikan dalam penyiapan soal USBN menetapkan kisi-kisi soal, belum sampai pada indikator. Indikator dirumuskan oleh forum tutor untuk dijadikan dasar dalam penyusunan soal oleh tutor satuan pendidikan nonformal. Forum Tutor Pendidikan Nasional dalam hal ini ditantang untuk melaksanakan tugas profesionalnya sebagai asosiasi pendidik pendidikan nonformal. Tugas ini diberikan kepada forum tutor, bukan yang lainnya, karena tutor dipandang harus memiliki kompetensi menguasai prinsip, alat, dan prosedur penilaian proses dan hasil belajar, termasuk di antaranya adalah melakukan pengembangan instrumen penilaian. Kompetensi itu yang tidak wajib dimiliki oleh pengelola atau penyelenggara satuan pendidikan nonformal.

Oleh karena itulah sudah saatnya FTPKN di semua jajaran lebih fokus pada peningkatan kompetensi tutor, walaupun sampai saat ini standar kompetensi tutor belum ditetapkan. Namun merujuk pada kompetensi yang berlaku generik pada setiap profesi pendidik, yaitu sub kompetensi mengembangkan instrumen penilaian hasil belajar. Sub kompetensi ini penting untuk menjadikan pendidikan kesetaraan lebih terjaga kualitas layanan dan kualitas lulusan. Ke depan FTPKN di kabupaten/kota perlu lebih menggiatkan kegiatan peningkatan kompetensi baik dengan atau tanpa bantuan dari pemerintah. Kegiatan mandiri dalam bentuk pertemuan berkala, misalnya dua bulanan, perlu digalakkan dengan diisi kegiatan berbagi dan peningkatan kompetensi tutor, termasuk di antaranya adalah belajar bersama bagaiman mengembangkan instrumen penilaian hasil belajar sesuai kaidah penyusunan soal. Kegiatan tersebut tidak harus menunggu adanya program (dana) dari pemerintah. Kita pasti bisa. [fauziep]

7 tanggapan pada “USBN dan Tantangan Forum Tutor Pendidikan Kesetaraan Nasional”

  1. Terima kasih… Selanjutnya mohon dibantu untuk membuatkan edaran kepada seluruh jajaran pengurus mulai DPP, DPD dan DPC FTPKN…. nuhuuuuun

  2. Semangattt …

    Terima kasih pencerahannya Pak, mudah-mudahan tutor dapat menjawab tantangan ini dengan kerja nyata.

    Sukses USBN diktara th. 2018
    Sejahtera Tutornya, profesional kinerjanya, bermartabat prosesnya, dan berkualitas hasilnya.

    Salam hormat,

  3. forum tutor minggu depan mengangendakan pembahsan dan pbekalan kisi2 usbn ….insya alloh akan ngundang bapak untuk memberikan pencerahan….

Tinggalkan Balasan