Uji KompetensiUjian Nasional Kursus Pendidikan Nonformal yang telah diselenggarakan sejak tahun 1977 yang pada saat itu disebut sebagai Ujian Nasional Kursus Pendidikan Luar Sekolah yang diselenggarakan Masyarakat (Ujian Nasional Kursus Diklusemas), telahdigantikan dengan uji kompetensi sejaktahun 2009. Kebijakan ini merupakan bentuk implementasi dari ketentuan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 61 ayat (1), (2), dan (3) dan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 85 ayat (1) dan (2), serta Pasal 89 ayat (1) dan (5).

Pasal 61 ayat (1) Undang-undang Nomor20 Tahun 2003 menjelaskan bahwasertifikat berbentuk ijazah dan sertifikat kompetensi. Mengacu pada pasal 89 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 bahwa sertifikat yang berbentuk ijazah diterbitkan oleh satuan pendidikan dasar dan menengah serta satuan pendidikan tinggi, sebagai tanda bahwa peserta didik yang bersangkutan telah lulus dari satuan pendidikan.Sedangkan sertifikat berbentuk sertifikat kompetensi diterbitkan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi atau oleh lembaga sertifikasi mandiri yang dibentuk oleh organisasi profesi yang diakui Pemerintah sebagai tanda bahwa peserta didik yang bersangkutan telah lulus uji kompetensi (PP 19 Tahun 2005 pasal 89 ayat 5).

Uji kompetensi adalah proses pengujian dan penilaian yang dilakukan oleh penguji atau asesor uji kompetensi untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi hasil belajar peserta didik kursus dan satuan pendidikan nonformal lainnya, serta warga masyarakat yang belajar mandiri pada suatu jenis dan tingkat pendidikan tertentu.

Adapun sebagai penyelenggara uji kompetensi adalah lembaga sertifikasi kompetensi. Sedangkan lembaga sertifikasi kompetensi adalah suatu lembaga penyelenggara uji kompetensi yang dibentuk oleh organisasi/asosiasi profesi yang diakui Pemerintah dan dikelola secara mandiri untuk melaksanakan uji dan sertifikasi kompetensi bagi peserta didik kursus dan satuan pendidikan nonformal lainnya serta warga masyarakat yang belajar mandiri. Pada pelaksanaannya lembaga sertifikasi kompetensi membentuk tempatuji kompetensi (TUK). TUK adalah lembaga kursus dan/atau satuan pendidikan nonformal lainnya atau tempat lain yang berdasarkan penilaian dinyatakan layak dan mampu melaksanakan uji kompetensi. Pada TUK inilah peserta didik mengikuti uji kompetensi. Pelaksanaan uji kompetensi dilakukan oleh penguji, sedangkan pengawasan pelaksanaan uji kompetensi dilakukan oleh pengawas yang ditunjuk oleh pelaksana tempat uji kompetensi.

Persoalannya, hampir pada sebagian besar lembaga kursus dan pelatihan peserta didik tidak tertarik untuk mengikuti uji kompetensi. Sertifikat kompetensi belum menjadi kebutuhan, karena dunia usaha dan industri tidak menjadikan sertfikat kompetensi sebagai persyaratan penerimaan karyawan. Peserta didik sangat enggan harus mengeluarkan uang sekitar Rp. 200.000,00 untuk mengikuti satu paket uji kompetensi, sementara dia bisa diterima bekerja tanpa memiliki sertifikat kompetensi. Sebagian besar dunia usaha dan industri cukup mengandalkan sertifikat yang dikeluarkan oleh penyelenggara kursus dan pelatihan.

Bahkan pada lembaga kursus dan pelatihan yang sudah mempunyai kerjasama dengan dunia usaha dan industri peserta kursus sudah dipesan ketika masih mengikuti pendidikan. Tanpa harus ada persyaratan mengikuti uji kompetensi. Biasanya mereka punya mekanisme tersendiri dalam melakukan penjaringan tenaga kerja.

Pada tataran inilah regulasi uji kompetensi yang didukung dengan infrastruktur berupa lembaga sertifikasi kompetensi dan tempat uji kompetensi menjadi semacam macam ompong bagi peserta didik kursus dan pelatihan. Karena itulah perlu ada regulasi yang mengharuskan dunia usaha dan industri untuk meminta persyaratan sertifikat kompetensi bagi calon tenaga kerjanya. Kalau tidak diatur demikian, lalu untuk apa ketentuan uji kompetensi diadakan. Karena itulah perlu ada sinergisme antara pemerintah dan dunia usaha industri dalam mengaplikasikan ketentuan sertfikat kompetensi bagi peserta didik kursus dan pelatihan.