titk balik 1Pemberontakan makin hebat. Pertempuran justru tidak mengarah ke istana, tetapi merebut daerah-daerah strategis kekuasaan Belanda. Pasukan gabungan kerajaan dan balatentara VOC Belanda kewalahan. Di tengah berkecamuknya peperangan sengit,  Sunan Paku Buwana II gering. Raja Surakarta harus menepati janjinya tujuh tahun yang lalu kepada Belanda di Ponorogo 1742. Dalam keadaan sakit parah, Sunan melimpahkan kedaulatan kerajaan, keselamatan keluarga dan harta warisan keturunannya kepada Belanda dalam akta perjanjian pendek tanggal 11 Desember 1749.

Timbang-terima itu terjadi sembilan hari sebelum Sunan mangkat. Wakil Belanda yang menerima pelimpahan adalah Baron van Hogendorff, Gubernur VOC Pantai Timur Laut Jawa. Hogendorff ini yang tujuh tahun lalu mengawal Sunan mengungsi ke Ponorogo dan melahirkan kesepakatan Ponorogo. Dia jugalah yang merebutkan istana dari Mas Garendi dan mendudukkan Sunan kembali menjadi raja Kartasura 21 Desember 1742.

Segala sesuatu tampak berlangsung cepat dan lancar seperti terencana rapih. Empat hari sesudah pelimpahan wewenang, 15 Desember 1749 Hogendorff melantik Putra Mahkota sebagai Sunan Paku Buwana III.  Lima hari kemudian Paku Buwana II surut 20 Desember 1749. Almarhum dikebumikan di Laweyan. Keadaan tidak memungkinkan pemakaman raja di Imogiri. Sembilan hari yang lalu, bersamaan penyerahan kedaulatan Surakarta, di Kabanaran Sukawati rakyat menobatkan Pangeran Mangkubumi menjadi pewaris tahta Surakarta, bergelar Susuhunan ing Mataram Senapati ing Ngalaga. Sebutan yang lazim pada waktu itu adalah Susuhunan Paku Alam atau Susuhunan Kabanaran. RM Said mejadi Pepatih Dalem ingkan Sinuwun. Dapatkah Tahta Mataram diselamatkan? Penobatan ini ditandai dengan candra sengkala Marganing Swara Retuning Bumi (tahun Jawa 1675).

titk balik 2Apakah suatu kebetulan, jika penobatan Mangkumi bersamaan waktu penyerahan kedaulatan kerajaan kepada Belanda, tepat pada hari-hari terakhir sakit keras Sunan sebelum wafat? Apakah maksudnya, pelantikan Putera Mahkota di istana oleh Belanda menjadi Sunan Paku Buwana III baru empat hari sesudah penobatan Kabanaran? Siapa yang hendak dilawan? Siapa yang hendak dibela?

Mataram Surakarta telah memiliki penerus raja yaitu Sunan Paku Buwana III. Tetapi sebelumnya kedaulatan penuh kerajaan telah diserahkan kepada Belanda oleh ayahandanya. Di luar istana, sejumlah bupati dan para bangsawan penentang campur tangan Belanda bersama rakyat juga mengangkat seorang raja bagi Mataram. Waktunya bersamaan dengan serah-terima kerajaan dan sebelum terjadi penobatan raja baru oleh Belanda. Sekarang, siapakah sesungguhnya pewaris tahta Mataram? Siapa sejatinya raja Mataram? Siapa sesungguhnya penguasa Mataram? Sunan Paku Buwana III, Belanda, atau Pangeran Mangkubumi?

titk balik 3Ketiga pihak saling merasa paling berhak menurut dasar alasan masing-masing. Tetapi masih ada penentu lain, yaitu bukti kekuatan dan pengakuan nyata. Inilah jalan berat yang harus ditempuh ketiga-tiganya. Tentu berat bagi Sunan Paku Buwana III menjadi raja tetapi kekuasaannya di tangan Belanda. Meskipun Sunan menganggap Gubernur Jenderal di Batavia sebagai Eyangnya sendiri, bukan berarti ia berdaulat. Berat pula bagi Belanda setiap hari harus berperang melawan persekutuan pemberontak yang semakin kuat jauh dari terkalahkan. Tidak ringan kesanggupan Pangeran Mangkubumi mewujudkan amanat Kakanda, Sunan Paku Buwana II. Yaitu, melepaskan Mataram dari Belanda. Bagaiman cara membatalkan perjanjian penyerahan kedaulatan Mataram kepada Belanda? ***

Seri Berdirinya Keraton Ngayogyakarta merupakan hasil penyusunan bahan ajar bagi anak dan remaja yang disusun oleh tim pengembang Pamong Belajar BPKB DIY. Tulisan terdiri dari 14 judul, yaitu:

  1. Pangeran Mangkubumi
  2. Geger Kartasura, Berdirinya Kraton Surakarta
  3. Panggilan Jiwa Ksatria
  4. Pertempuran Dua Panglima Besar
  5. Ontran-ontran Keraton Surakarta
  6. Titik Balik
  7. Runtuhnya Benteng VOC
  8. Kembalinya Tahta Mataram
  9. Hamemayu Hayuning Bawana
  10. Besar dari yang Kecil
  11. Membangun Peradaban Baru
  12. Yogyakarta Kotaraja
  13. Kotaraja Menyimpan Makna
  14. Selain Makna juga Kenangan