Tip UN dan UNPK: Bubuhkan Identitas Baru Pisahkan LJUN dari Naskah Soal

LJUN 2013Tangerang (12/04) Pada tahun 2013 ini naskah soal dan lembar jawab ujian nasional (LJUN) dibagikan kepada peserta ujian nasional SMA/MA dan ujian nasional pendidikan kesetaraan Paket C dalam keadaan bersatu dan berupa pasangan. Naskah soal dan  LJUN memiliki barcode. Berbeda pada UN tahun 2012 dimana naskah soal dan lembar jawab dibagi dalam keadaan terpisah. Di samping itu naskah soal UN SMA/MA dan Paket C tersedia dalam variasi 20 paket soal.

Langkah pertama, pastikan naskah soal dan LJUN masih dalam keadaan bersatu. Jika menerima naskah soal dan LJUN dalam keadaan terpisah segera minta ganti kepada pengawas ruang.

Langkah kedua, memeriksa naskah soal halaman per halaman dan pastikan tidak ada yang rusak sehingga tidak memungkinkan untuk menjawab. Pastikan pula LJUN tidak rusak.

Langkah ketiga, menuliskan nama dan nomor ujian pada kolom yang tersedia di halaman 1 (satu) naskah soal  dan LJUN sebelum dipisahkan. Pengawas ruang akan memastikan peserta UN/UNPK telah mengisi identitas dengan benar sesuai dengan kartu peserta.

Langkah keempat, memisahkan (merobek) LJUN dari naskah soal dengan hati-hati.

Setelah itu silahkan mulai mengerjakan soal.

Baca juga Pengamanan UNPK Paket C Berlapis

2 tanggapan pada “Tip UN dan UNPK: Bubuhkan Identitas Baru Pisahkan LJUN dari Naskah Soal”

  1. Ini langkah besar yg mendorong pelaksanaan program pendidikan kesetaraan untuk berbenah secara ” paksa” pada tingkat pelksanaan proses pembelajaran di masing masing kelomok ( paket A, B, dan C). Karena sudah menjadi rahasia umum, pelaksanaan proses pembelajaran pada masing-masing kelompok sering bermasalah khususnya tingkat kehadiran peserta didik, maupun tutor. Dengan demikian kedepan pengelolaan pada masing-masing kelompok belajar pada pendidikan kesetaraan akan semakin lebih baik baik dengan munculnya kesadaran akan proses pembelajaran baik bagi peserta maupun tutor masing masing akan tumbuh rasa tanggung jawab untuk bersaing, karena peranan joki yang sering menjadi andalan pada setiap kegiatan ujian nasional semakin sulit untuk melakukanaksinya.

  2. Wah 20 pasang soal dengan LJUN, ibarat suami istri jadi ya harmonis sekali, salah satu pasangan hilang ya.. jadi galau pasangannya alias bisa tidak lulus, aku dukung sekali. Tapi yang aku belum habis pikir disuatu berita media TV, ada soal kurang kok do foto copy atau ada soal yang dipinjamkan ke sekolah lain karena sejumlah soal belum atau tidak ada alias kurang, lantas bagaimana LJUN nya yang sudah dipakai peserta lain ? bukankah satu pasang ? atau langsung di jawab di lembar soal ? bagiku ya tidak sesuai dengan POS UN, tapi kalau itu solusi terbaik pada saat itu yang harus diambil ya gak usah diributin, yang penting diperhatikan tingkat kerahasiaan soal yang dipinjam atau di copy. Dan nanti tahun depan bisa lebih mengantisipasi. Bukankan segala sesuatu itu pasti ada hikmahnya…?

Komentar ditutup.