Tidak Lulus UNPK karena Diduga Lembar Jawab Hilang

pelaksanaan UNYogyakarta (26/12/2014) Seorang ibu yang memiliki putri bersekolahrumah gundah gulana anaknya tidak lulus ujian nasional pendidikan kesetaraan (UNPK) Paket C tahap II Agustus 2014 karena nilai mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tidak muncul alias kosong. Padahal Puspa, sebut saja nama putrinya, benar-benar mengikuti ujian nasional mata pelajaran tersebut: menandatangani presensi ujian, mengisi lembar jawab dan pengawas ruang menarik kembali lembar jawab ujian nasional.

Ketika ditanyakan kepada satuan pendidikan penyelenggara, yaitu PKBM Ki Hadjar Dewantara di wilayah Tangerang Selatan,  tidak mendapatkan jawaban yang jelas. Pihak penyelenggara menjelaskan bahwa semua lembar jawab sudah dikirim kembali seperti tertuang dalam berita acara. Mencari penjelasan kepada Dinas Pendidikan Kota pun tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan.

Pada pertengahan bulan November sang Ibu mengirim pesan melalui inbox facebook pada saya dan mendiskusikan permasalahan tersebut. Saya menyarankan untuk melacak ke Puspendik Balitbangdikbud di Jalan Kebon Sirih Jakarta. Hasil pelacakan di Puspendik memperoleh jawaban bahwa Puspendik tidak menerima nilai untuk mata pelajaran tersebut dari hasil pemindaian.

Ternyata Puspa tidak sendirian, masih banyak peserta UNPK di wilayah Tangerang Selatan. Menurut informasi yang dikumpulkan dari salah seorang Ketua Pengurus Pusat ASAH PENA, Budi Trikorayanto, ada puluhan peserta ujian tidak lulus karena nilai tidak keluar padahal yang bersangkutan hadir dan mengerjakan soal serta mengembalikan lembar jawab. Menurut Budi Trikorayanto ada 29 peserta ujian Sekolah Pelangi, 9 dari PKBM Ki Hajar Dewantara dan satu peserta UNPK dari Sekolahrumah Kak Seto yang tidak lulus karena diduga lembar jawab hilang. Ditengarai nilai tidak keluar karena kasus lembar jawab tidak keluar juga terjadi di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.

Suatu keanehan yang luar biasa. Sebenarnya cara untuk melacaknya sangat sederhana. Setiap pelaksana ujian nasional tingkat satuan pendidikan pasti memiliki berita acara pelaksanaan UNPK yang memuat kehadiran dan jumlah lembar jawab. Persoalannya adalah kurangnya perhatian dari pihak terkait untuk memperjelas kasus ini. Ini adalah sebuah kelalaian yang menyebabkan nasib anak bangsa menjadi terkatung-katung nasibnya. Puspa dinyatakan tidak lulus bukan karena tidak mampu mencapai prestasi, tidak lulus karena kelalaian petugas.

Jika Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Provinsi sebagai pelaksana UN tidak segera mengusut masalah ini, berarti telah melakukan pendzaliman terhadap anak bangsanya sendiri. Sekaligus melakukan pembiaran kelalaian yang mengakibatkan kerugian peserta UNPK.

Kasus ini menambah panjang daftar masalah pada pelaksanaan UNPK tahap II, sehingga barangkali benar adanya jika pemerintah menghapus UNPK tahap II untuk fokus pada sekali saja UNPK tapi dilaksanakan dengan bermartabat, jujur dan terkendali.

4 tanggapan pada “Tidak Lulus UNPK karena Diduga Lembar Jawab Hilang”

  1. Saya melihat kejadian ini pernah dialami di wilayah kami, Rayon Jakarta Selatan, saya sangat salut dengan tanggung jawab panitia Ujian. Kalau kejadian di Tangesel satu orang, di Jaksel malah satu ruangan LJK nya hilang.

    Panitia ujian, waktu itu kalau tidak salah ketua panitianya dipegang oleh penilik bernama Pak Yusuf Mousa atau pak Rafiq, beliau betapa besar tanggung jawabnya dengan mendatangi panitia di atasnya (di kampus UNJ)… malangnya, lembar LJK yg hilang tidak bisa ditemukan lagi, dan menurut kabar, panitia menemukan solusi dg ujian susulan pengganti ljk yg hilang..

    Dengan demikian, ljk hilang dapat teratasi… semoga kejadian ini tidak berulang..

  2. Kejadian kedua juga pernah dialami saya sendiri sebagai pengawas ruangan waktu itu.. dan ini bisa menjadi penyebab kenapa ljk hilang tanpa terdeteksi. begini ceritanya.

    Saya satu ruangan dengan pengawas dari sekolah formal, waktu itu pelaksanaan UN di gedung SMK Blok A. Beruntung sekali teman pengawas saya itu orangnya sangat sangat teiti sebelum keluar satu demi satu LJK dicek dengan teliti, baik cara pengisian, kelengkapan dan juga tempat duduknya dicocokan.. guru smk jurusan administrasi ini, mengatakan, kita ini berhubungan dengan nasib orang, makanya saya harus teliti benar, begitu katanya saat saya tanyakan kenapa selau dan selalu cek dan ricek berkali2.

    di ruangan lain ada satu ljk hilang, dan hingga sampai panitia kelabakan di mana mencarinya hingga sore hari. setelah dicari2 beruntunglah ljk ditemukan justru di lembaran soal yg di tengahnya diselipi ljk oleh peserta. Rupanya pengawas kelas tidak teliti…

  3. Harus diusut tuntas, selain merugikan peserta UN hal ini merupakan kelalaian pengawas ruang ujian atau panitia lokal UN. Jika kelalaian ini benar terjadi, itu termasuk dalam pelanggaran dalam tugas yang tertera dalam POS UN 2014. bisa ditindak pidana. mohon perhatian semua pihak.

    1. Berdasarkan data berita acara dan presensi lengkap, sehingga sementara kesalahan bukan pada pengawas ruang pak atau panitia lokal. Sedang dilacak lebih ke atas, dimana letak kesalahannya.

Komentar ditutup.