LOGO IPABI FINALMasukan IPABI terhadap penafsiran pasal 14 Permenpan RB nomor 15 Tahun 2010 tentang persyaratan angka kredit dari sub unsur pengembangan profesi pada setiap kenaikan pangkat/jabatan pamong belajar telah mendapatkan resistensi dan menjadi bias dari akar persoalan sebenarnya. Tidak ada maksud bagi IPABI untuk menghalangi upaya pengembangan profesional berkelanjutan dengan penerapan pasal tersebut. IPABI hanya berusaha memahami ketentuan hukum positif sebagaimana tertuang di dalam peraturan yang sudah diterbitkan terutama kaitan pasal 14 dengan Lampiran II Permenpan RB nomor 15 Tahun 2010. Adalah wajar ketika masukan secara lisan dan pendekatan tidak membuahkan hasil, maka IPABI berkirim surat secara resmi kepada pihak terkait yaitu (1) Menpan dan RB selaku penandatangan peraturan, (2) Mendikbud selaku menteri instansi pembina jabatan fungsional pamong belajar dan (3) Kepala BKN selaku lembaga yang mengkoordinir kepegawaian di Republik Indonesia. Tidak ada maksud lain, apalagi memojokkan seseorang atau pihak tertentu dengan adanya surat dari IPABI bernomor 59/XI/2011.

Kita mengetahui bahwa tiga tugas pokok pamong belajar adalah melaksanakan kegiatan belajar mengajar, mengkaji program, dan mengembangkan model di bidang PNFI. Dua tugas pokok, yaitu mengkaji program, dan mengembangkan model di bidang PNFI dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah sebagaimana lazimnya langkah-langkah penelitian. Artinya sebelum kewajiban sub unsur pengembangan profesi dilakukan pamong belajar pun sudah harus melakukan kegiatan sebagaimana dituntut dalam sebagian butir-butir kegiatan sub unsur pengembangan profesi.

Pada tataran ini Pengurus Pusat IPABI sudah memberikan masukan kepada Pengurus IPABI Provinsi untuk mensosialisasikan kedua tugas pokok tersebut melalui kegiatan pengembangan profesional berkelanjutan (PPB). Kegiatan PPB tidak sekedar dimaknai sebagai kegiatan latihan penulisan karya tulis. Justru yang lebih penting adalah terlebih dahulu penguatan kapasitas kompetensi yang menjadi tugas pokoknya. Dalam hal ini tugas pokok mengkaji program, dan mengembangkan model di bidang PNFI bagi pamong belajar Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang masih kurang penguasaan kompetensinya.

Secara teori dan praxis, ketika ada kompetensi yang diharapkan oleh sebuah jabatan dan kompetensi tersebut belum dikuasai sepenuhnya oleh pemangku jabatan maka perlu dilakukan tindakan dalam bentuk pengembangan profesional berkelanjutan. Artinya, kebutuhan kompetensi profesional di bidang pengkajian dan pengembangan model PNFI menjadi skala prioritas dalam pengembangan profesional berkelanjutan bagi pamong belajar SKB. Dalam kapasitas saya sebagai pamong belajar BPKB DIY, saya memberi masukan kepada SKB di DIY untuk melakukan hal tersebut melalui kegiatan peningkatan kompetensi pamong belajar yang didanai oleh P2PNFI Regional II Ungaran. Gayung bersambut, SKB di wilayah DIY merasakan hal tersebut sebagai kebutuhan dan disusunlah kurikulum diklat yang mengakomodasi kedua tugas pokok tersebut dengan mengaplikasikan secara sederhana dan mudah diterima.

Selanjutnya, ketika IPABI juga mendesain kegiatan peningkatan profesional berkelanjutan dalam kapasitas saya sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat IPABI saya menyarankan agar IPABI menyelenggarakan kegiatan PPB bagi pamong belajar SKB dengan fokus kompetensi profesional yang berbasis pada kedua tugas pokok tersebut. Karena apa? Pertama, pamong belajar SKB akan lebih memahami dan dapat melaksanakan kedua tugas pokok baru tersebut. Kedua, ketika kedua tugas pokok tersebut dipahami dan dapat dilaksanakan maka secara tidak langsung akan memahamkan butir kegiatan sub unsur pengembangan profesi terutama terkait dengan penulisan karya ilmiah hasil penelitian.

Karena itulah, sebagai tahap awal Pengurus Pusat IPABI melaksanakan kegiatan pengembangan profesional berkelanjutan bagi 20 (dua puluh) orang pamong belajar SKB di wilayah Jawa Tengah bagian timur dan Jawa Timur bagian barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 26 November 2011 dengan fokus pembahasan pengkajian program PNFI, dan 3 Desember 2011 dengan fokus pengembangan model PNFI. Sebelum mengikuti kegiatan peserta diharapkan sudah mengidentifikasi permasalahan program dan pembelajaran pada satuan pendidikan nonformal yang dapat dijadikan sebagai bahan pengkajian dan pengembangan model PNFI. Bentuk kegiatan lebih bersifat terapan dan diakhir kegiatan peserta menghasilkan draf desain pengkajian dan rancangan pengembangan model yang dikirim via email dengan batas waktu satu minggu setelah kegiatan berakhir sebagai syarat perolehan sertifikat kegiatan.

Keberhasilan kegiatan ini akan dijadikan model bagi penyelenggaraan kegiatan serupa yang bisa dilakukan oleh Pengurus IPABI Provinsi pada tahun 2012. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengantagline bermutu dan terjangkau. Diharapkan kegiatan tersebut dapat dilakukan oleh Pengurus IPABI Provinsi tanpa mengeluarkan biaya yang tinggi dan mutu tetap dipertahankan karena pengurus pusat akan menyediakan manual dan pendampingan.

Jika selama ini pamong belajar mempertanyakan apa yang bisa diperbuat oleh Pengurus Pusat dan Pengurus IPABI Provinsi, maka inilah jawabannya. Kondisi sekarang ini pamong belajar SKB membutuhkan pengembangan kompetensi di bidang pengkajian dan pengembangan model PNFI. Sebuah langkah yang bijak jika Pengurus IPABI Provinsi bisa melaksanakan hal tersebut, sekaligus menjawab pernyataan bahwa IPABI menghalangi upaya pengembangan profesional berkelanjutan.