GP3MSemarang (17/04/2016) Sabtu, 16 April 2016 bertempat di Alun-Alun Jepara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mencanangkan Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marjinal (GP3M). Acara ini merupakan pencanangan GP3M yang akan dilaksanakan pada 20 kabupaten/kota se Indonesia termasuk Jepara.

“Jika perempuan diperkokoh maka bangsa ini akan kokoh, karena yang menentukan ketahanan suatu bangsa adalah kaum perempuan. Jelas kaum perempuan adalah fondasi utama terbentuknya karakter dan watak seorang manusia”, kata Anies. Dikatakan Mendikbud bahwa perempuan adalah pilar kemajuan bangsa. Di tangan perempuan, pendidikan anak sebagai generasi masa depan pertama kali diberikan. Pendidikan keluarga pun tidak luput dari peranan perempuan.

Oleh karena itulah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kemudian meluncurkan program terobosan upaya pemberdayaan kaum perempuan melalui jalur pendidikan yang bertajuk Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marjinal (GP3M). Program ini ditujukan bagi perempuan, khususnya ibu rumah tangga berusia 15-45 tahun yang termarjinalkan, miskin, dan berpendidikan rendah khususnya mereka yang tinggal di pedesaan.

GP3M merupakan kegiatan untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan sebagai ibu rumah tangga, sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga yang berimbas pada peningkatan pendidikan dan kualitas hidup generasi berikutnya.

Manfaat GP3M diharapkan nantinya memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan khususnya perempuan marjinal dari berbagai aspek. Untuk itu GP3M didukung dengan program pendidikan kecakapan hidup perempuan, pembinaan untuk daerah yang angka putus sekolah tinggi, dan daerah-daerah rawan trafficking serta buruh migran dan memberikan program pendidikan keaksaraan dan pendidikan kesetaraan.

Melalui GP3M diharapkan meningkatkan komitmen pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan sebagai ibu rumah tangga, sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga. Berikut ini adalah daftar 20 kabupaten/kota sasaran GP3M tahun 2016:

  1. Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
  2. Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
  3. Kota Bengkulu, Bengkulu.
  4. Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.
  5. Kota Ambon, Maluku.
  6. Kota Manado, Sulawesi Utara.
  7. Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
  8. Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  9. Kabupaten Lombok Barat, Lombok.
  10. Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
  11. Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
  12. Kota Singkawang, Kalimantan Barat.
  13. Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
  14. Kota Batam, Kepulauan Riau.
  15. Kabupaten Aceh Utara, Aceh.
  16. Kabupaten Karang Asem, Bali.
  17. Kabupaten Lebak, Banten.
  18. Kabupaten Gorontalo, Gorontalo.
  19. Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
  20. Kabupaten Banyumas Jawa Tengah.

Kegiatan pencanangan di Jepara juga dilanjutkan dengan kegiatan workshop bagi kabupaten/kota yang akan menyelenggarakan pencanangan GP3M tahun ini. [ist/fep]