Liputan Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi 2014

Suasana di ruang Lomba Karya Nyata Pengelola PKBM

Suasana di ruang Lomba Karya Nyata Pengelola PKBM

Bandung (12/08/2014) Pada hari Senin (12/08/2014) agenda Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi 2014 adalah lomba karya nyata dan lomba karya tulis untuk limabelas jenis PTK PAUDNI. Pada tahun ini, semua jenis lomba disaksikan dengan model sidang terbuka yang dapat disaksikan oleh peserta lainnya. Namun ternyata tidak semua peserta atau pendamping kontingen setuju dengan sidang terbuka.

Pelaksanaan lomba dengan sidang terbuka diharapkan akan terjadi saling tukar pengalaman dalam praktek pembelajaran dan pengelolaan satuan PAUDNI. Namun berbeda pendapat Romi Isa, pendamping kontingen Provinsi Gorontalo, “Metode terbuka mempengaruhi mentalitas, tampil di depan yuri dan penonton yang terdiri dari peserta lainnya dan pendamping sangat berpengaruh terhadap mentalitas peserta.”

“Saya sangat tidak setuju.” ungkap Romi Isa yang juga Kepala SKB Limboto Gorontalo, menanggapi pelaksanaan lomba dengan sistem terbuka.

Pada kesempatan lain Achdiyat, pendamping kontingen Provinsi Jawa Barat menyatakan Setuju dengan sistem terbuka karena peserta akan mempelajari ide daerah lain yang dapat diadopsi di daerahnya.

Peserta lomba karya tulis Penilik Razali dari Kepulauan Riau berpendapat “Lebih bagus terbuka, lebih fair. Dari satu segi peserta yang tampil belakangan bisa melihat penampilan sebelumnya sehingga bisa memperbaiki.” Namun demikian Razali yang mengaku tampil tanpa beban ini menyatakan lebih senang maju terlebih dahulu.

Ada pendapat menarik lainya yaitu dari kalangan Pamong Belajar, “Seharusnya yang boleh melihat adalah yang sudah tampil. Setuju terbuka dengan syarat yang sudah menyaksikan yang tampil.”

“Kelebihannya sidang terbuka motivasi pribadi lebih bersemangat kalau ditonton, karena lebih ada interaksi emosional dengan audien ketika menunjukkan gagasan. Tapi kelemahannya peserta yang belum tampil akan mendapatkan kunci-kunci karakter yuri.” tambah Priyo.

Pendapat setuju dengan sidang terbuka juga dinyatakan Jito pendamping kontingen Provinsi Bali, “Setuju terbuka, lebih transparan.”

“Peserta bisa mengukur kemampuan masing-masing. Sehingga kaitan dengan penilaian lebih menyadari dan tahu diri, peserta bisa memahami peserta yang seharusnya juara.” ungkap Jito Pamong Belajar BPKB Bali asal Nganjuk Jawa Timur ini.

Hal yang sama disampaikan Ida Wahyu Sayekti, Kepala SKB Tenggarong Kalimantan Timur “Setuju dengan model terbuka, kalau tertutup peserta tidak bisa mengadopsi presentasi peserta daerah lain.”

Pada hari pertama pelaksanaan lomba sampai pukul 21.00 lebih, karena tampil sampai 21 provinsi dari 17 provinsi dalam jadwal yang sudah direncanakan. Pelaksanaan lomba perorangan akan dilanjutkan pada hari kedua, Selasa 12 Agustus 2014 hingga sore hari.