Tingkatan kurikulum 2013Yogyakarta (1/8) Beberapa waktu lalu Mendikbud menandatangani berbagai peraturan menteri terkait dengan kurikulum 2013. Tidak tanggung-tanggung ada sembilan Permendikbud yang mengatur implementasi kurikulum 2013. Walaupun pendidikan kesetaraan (Paket A, Paket B dan Paket C) disinggung pada beberapa permendikbud, namun ternyata sejatinya belum ada struktur kurikulum program Paket A, Paket B, dan Paket C.

Cetak biru kurikulum 2013 dimulai terbitnya Permendikbud  Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Standar kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik yang harus dipenuhinya atau dicapainya dari suatu satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Berdasarkan pemahaman ini maka pada Permendikbud  Nomor 54 Tahun 2013 ketika merumuskan standar kompetensi lulusan satuan pendidikan Sekolah Dasar (SD) mencakup pula Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Dasar Luar Biasa dan Paket A. Maka dalam rumusan kompetensi lulusan permendikbud ditulis kompetensi lulusan SD/MI/SDLB/Paket A (Lampiran Permendiknas nomor 54 Tahun 2013 halaman 2).

Begitu pula ketika menyajikan rumusan kompetensi lulusan satuan pendidikan SMP ditulis kompetensi lulusan SMP/MTs/SMPLB/Paket B. Serta ketika menyajikan rumusan kompetensi lulusan satuan pendidikan SMA ditulis kompetensi lulusan SMA/MA/SMALB/Paket C.

Artinya standar kompetensi lulusan pendidikan kesetaraan (Paket A, Paket B dan Paket C) dinyatakan harus setara dengan SD, SMP atau SMA. Disinilah landasan yuridis formal awal bahwa Paket A, Paket B dan Paket C masing-masing setara dengan SD, SMP atau SMA. Hal yang sama diatur dalam kurikulum lama (KTSP) dengan Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Kondisi berbeda pada pengaturan standar isi dan standar proses. Pada kurikulum lama (KTSP) pengaturan standar isi dan standar proses antara pendidikan dasar dan pendidikan menengah jalur pendidikan formal (SD, SMP, dan SMA) berbeda dengan jalur pendidikan nonformal (Paket A, Paket B, dan Paket C). Standar isi untuk SD, SMP dan SMA diatur melalui Permendiknas nomor 22 Tahun 2006, sedangkan standar isi untuk Paket A, Paket B dan Paket C diatur pada Permendiknas nomor 14 Tahun 2007.

Terdapat perbedaan konstruksi kurikulum antara kedua permendiknas tersebut (22 Tahun 2006 dan 14 Tahun 2007). Bandingkan saja struktur kurikulum antara SD dan Paket A, SMP dan Paket B, serta SMA dan Paket C. Perhitungan beban belajar pada struktur kurikulum SD, SMP dan SMA menurut Permendiknas 22 Tahun 2006 adalah jam pelajaran, sedangkan menurut Permendiknas 14 Tahun 2007 adalah satuan kredit kompetensi yang berbasis pada tiga bentuk pembelajaran yaitu tatap muka, tutorial dan mandiri.

Pada Permendiknas Nomor 14 Tahun 2007 juga dikenal leveling menggunakan istilah tingkatan dan derajat kompetensi, bukan kelas sebagaimana dikenal pada sekolah (Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006). Hal ini bisa dicermati pada lampiran Permendiknas Nomor 14 Tahun 2007 standar kompetensi tiap mata pelajaran. Silahkan dicari adakah pembagian kelas pada lampiran tersebut. Bandingkan dengan lampiran Permendiknas 22 Tahun 2006.

Kini, Permendikbud Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah mengatur kedua jalur pendidikan baik formal maupun nonformal. Artinya tidak ada Permendikbud yang mengatur berbeda antara SD, SMP, SMA dan Paket A, Paket B, Paket C. Standar isi kurikulum 2013 mengatur sekaligus untuk satuan pendidikan formal (SD, SMP, SMA) dan satuan pendidikan nonformal (Paket A, Paket B, Paket C).

Menariknya, konsep tingkatan dan derajat kompetensi sebagaimana diatur dalam Permendiknas Nomor 14 Tahun 2007 diadopsi dalam kurikulum 2013. Lampiran Permendikbud Nomor 64 Tahun 2013 halaman 3 menyebutkan adanya istilah tingkat kompetensi yang membagi kelas I-XII (SD, SMP, SMA) ke dalam enam tingkat kompetensi. Permendiknas Nomor 14 Tahun 2007 juga mengatur adanya enam tingkatan, yaitu tingkatan 1 sampai tingkatan 6 (Lihat grafik).

Masing-masing tingkat kompetensi pada kurikulum 2013 memiliki deskripsi kompetensi berdasarkan ranah kompetensi: sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan. Pada tiap tingkat kompetensi juga dituliskan untuk kelas dan satuan pendidikan, serta selalu disebut atau melekat nama Paket A, Paket B, atau Paket C pada setiap rumusan deskripsi tingkat kompetensi.

Persoalan menjadi muncul ketika regulasi yang mengatur standar proses pendidikan dasar dan pendidikan menengah, yaitu Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 juga mengatur untuk Paket A, Paket B dan Paket C. Padahal proses pembelajaran Paket A, Paket B dan Paket C sangat berbeda dengan proses pembelajaran pada sekolah. Kesetaraan boleh saja pada standar kompetensi lulusan dan standar isi, namun dalam standa prosesnya tidak bisa sama. Jika sama, bubarkan saja pendidikan kesetaraan dan jadikan semuanya menjadi sekolah (baca: pendidikan formal).

Dengan berlakunya peraturan terkait kurikulum 2013 ini, maka konsep beban belajar yang menggunakan perhitungan satuan kredit kompetensi yang berbasis pembelajaran tatap muka (≥20%), tutorial (≥30%), dan belajar mandiri (≤50%) tidak berlaku efektif lagi. Walaupun secara yuridis formal Permendiknas nomor 3 Tahun 2008 belum dicabut oleh Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013. Sementara itu pada pasal 2 Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 menyebutkan bahwa dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional  Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Tidak disebut-sebut pencabutan Permendiknas nomor 3 Tahun 2008.

Apakah dengan demikian program Paket A, Paket B dan Paket C masih menggunakan Permendiknas nomor 3 Tahun 2008 sebagai standar prosesnya? Hanya penyusun draf standar proses kurikulum 2013 yang tahu. Dan ini perlu klarifikasi secepatnya.

Persoalan tidak hanya berhenti sampai disini. Permendikbud terkait kurikulum 2013 terus berlanjut pada nomor-nomor berikutnya, yaitu:

  1. Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian.
  2. Permendikbud Nomor 67 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah
  3. Permendikbud Nomor 68 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah
  4. Permendikbud Nomor 69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah
  5. Permendikbud Nomor 70 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan

Standar penilaian sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013 sama sekali tidak mengatur untuk Paket A, Paket B, dan Paket C. Paket A, Paket B, dan Paket C disebut-sebut dalam Permendikbud Nomor 54 Tahun 2013, Permendikbud Nomor 64 Tahun 2013 dan Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013, namun tidak pada Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan. Silahkan dicari satu kata Paket A, Paket B atau Paket C tidak akan ditemukan pada permendikbud tersebut. Artinya standar penilaian bagi pendidikan keseteraan belum diatur, sebagaimana juga terjadi pada kurikulum lama (KTSP).

Begitu pula Permendikbud Nomor 67 Tahun 2013 sampai dengan Permendikbud Nomor 70 Tahun 2013 yang mengatur tentang kerangka dasar dan struktur kurikulum setiap satuan pendidikan sekolah tidak ditemukan kata-kata Paket A, Paket B atau Paket C/Paket C Kejuruan.  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kerangka dasar dan struktur kurikulum Paket A, Paket B, Paket C dan Paket C Kejuruan belum ditetapkan oleh pemerintah. Atau dengan kata lain belum ada kurikulum 2013 yang berlaku bagi Paket A, Paket B atau Paket C/Paket C Kejuruan.

Lain halnya jika Permendikbud Nomor 67 Tahun 2013 berbunyi tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/Paket A, padahal secara yuridis dan isinya hanya mengatur kerangka dasar dan struktur kurikulum Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah.  Paket A belum ada kerangka dasar dan struktur kurikulumnya.

Atau jika Permendikbud Nomor 68 Tahun 2013 berbunyi tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah/Paket B, padahal secara yuridis dan isinya hanya mengatur kerangka dasar dan struktur kurikulum Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah. Paket B belum ada kerangka dasar dan struktur kurikulumnya.

Atau jika Permendikbud Nomor 69 Tahun 2013 berbunyi tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah/Paket C, padahal secara yuridis dan isinya hanya mengatur kerangka dasar dan struktur kurikulum Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Paket C belum ada kerangka dasar dan struktur kurikulumnya.

Atau jika Permendikbud Nomor 70 Tahun 2013 berbunyi tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan/Paket C Kejuruan, padahal secara yuridis dan isinya hanya mengatur kerangka dasar dan struktur kurikulum Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan. Paket C Kejuruan belum ada kerangka dasar dan struktur kurikulumnya.

Permendikbud Terkait Kurikulum 2013

Berikut ini dapat diunduh Peraturan  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait dengan kurikulum tahun 2013:

  1. Permendikbud nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan
  2. Permendikbud nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah
  3. Permendikbud nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah
  4. Permendikbud nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan
  5. Permendikbud nomor 67 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah
  6. Permendikbud nomor 68 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah
  7. Permendikbud nomor 69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah
  8. Permendikbud nomor 70 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan
  9. Permendikbud nomor 71 Tahun 2013 tentang Buku Teks Pelajaran dan Buku Panduan Guru Untuk Pendidikan Dasar dan Menengah