Pengaturan BelajarBerdasarkan standar proses pendidikan kesetaraan (Paket A, Paket B, dan Paket C), sebagaimana tertuang pada Bab II. Perencanaan Proses Pembelajaran, butir D. Beban Belajar dan Kegiatan Pembelajaran diatur bahwa pengaturan kegiatan pembelajaran tatap muka minimal 20 persen, tutorial minimal 30persen, dan mandiri maksimal 50persen. Implikasi ketentuan tersebut ternyata mengharuskan kelompok belajar mengadakan kegiatan pembelajaran yang cukup banyak. Tidak sekedar pertemuan dua kali atau tiga kali seminggu di panti/tempat belajar. Coba kita akan menghitung dan mensimulasikan.

Ketentuan tersebut di atas berarti mengharuskan ada kegiatan tatap muka minimal 20persen, tutorial minimal 30persen. Bisa saja kegiatan mandiri tidak ada sama sekali, karena aturannya maksimal 50persen. Artinya pembelajaran mandiri 0persenboleh. Hal yang menarik adalah pembelajaran tutorial minimal adalah 30persen, dan ini harus ada. Selama ini penyelenggara pendidikan kesetaraan tidak membedakan antara kegiatan pembelajaran tutorial dan tatap muka. Pembuatan jadwal kegiatan pembelajaran diasumsikan sebagai tatap muka saja.

Misalnya Paket C tingkatan V setara kelas X jumlah satuan kredit kompetensi (SKK) adalah 40 SKK dan setiap semester disajikan 20 SKK untuk 17 mata pelajaran. Jika didistribusikan ke dalam ketiga jenis pembelajaran dengan menggunakan parameter standar proses maka akan ketemu 4 SKK untuk tatap muka, 6 SKK untuk tutorial dan 10 SKK untuk pembelajaran mandiri. Hal ini sudah memenuhi kriteria standar proses. Karena tatap muka minimal 20persen(4 SKK dari 20 SKK), tutorial minimal 30persen(6 SKK dari 20 SKK), dan pembelajaran mandiri 50persen(10 SKK dari 20 SKK).

Jika dikonversi ke jam pelajaran sebagaimana ketentuan bahwa 1 SKK tatap muka setara dengan 1 jam pelajaran, 1 SKK tutorial sama dengan 2 jam pelajaran, dan 1 SKK mandiri sama dengan 3 jam pelajaran lama belajarnya; maka distribusi di atas dapat dikonversi menjadi 4 jpl untuk tatap muka (4 SKK X 1jpl), 12 jpl untuk tatap muka (6 SKK X 2jpl), dan 30 jpl kegiatan belajar mandiri (10 SKK X 3 jpl).

Kegiatan tutorial hakekatnya adalah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di kampus/panti belajar, artinya warga belajar hadir pada kegiatan pembelajaran. Memperhatikan perhitungan di atas, maka jumlah jam pelajaran yang harus dilaksanakan di panti belajar untuk kriteria minimalis adalah 16 jam pelajaran per minggu. Jumlah 16 jam pelajaran per minggu jika dbuat ke dalam jadwal pembelajaran Paket C normalnya dilaksanakan selama 4 kali pertemuan dalam seminggu @4 jpl. Jika dilaksanakan tiga kali pertemuan 5 jpl-5 jpl-6jpl, atau dua kali pertemuan @8 jpl. Namun yang paling mungkin adalah 4 kali seminggu @4 jpl.

Dasar perhitungan yang sama bisa digunakan untuk semester lainnya dan juga untuk Kejar Paket A dan Paket B.

Inilah regulasinya. Suka tidak suka, harus kita capai ketentuan minimal sesuai standar proses. Jadi jika ada kelompok belajar yang menjadwal pembelajaran kurang dari 16 jpl per minggu sudah pasti tidak memenuhi standar proses. Belum lagi, pembuatan jadwal belum menggunakan dasar pemetaan SKK yang mempertimbangkan bobot tatap muka, tutorial dan pembelajaran mandiri.

Kegiatan pembelajaran tidak mungkin 100persentatap muka. Karena sudah ada ketentuan minimal 30persentutorial, maka pembelajaran tatap muka maksimal adalah 70persen. Jadi rentang pembelajaran tatap muka antara 20persensampai dengan 70persen. Demikian pula pembelajaran tutorial tidak bisa 100persenkarena sudah ada ketentuan minimal tatap muka 20persen. Jadi rentang pembelajaran tutorial adalah antara 30persensampai dengan 80persen. Sedangkan rentang pembelajaran mandiri adalah antara 0persensampai dengan 50persen.

Bagaimana dengan pembelajaran homeschooling atau sekolahrumah? Baik sekolahrumah tunggal atau jamak hakekatnya peserta didik tidak belajar mandiri 100 persen. Peserta didik tetap diberikan bimbingan oleh orang lain, bisa orang tua ataupun mendatangkan guru les/privat. Nah kegiatan mendatangkan guru les/privat atau pun dibimbing oleh orang tuanya sendiri merupakan kegiatan pembelajaran tatap muka atau tutorial. Hanya tempatnya bisa di rumah bagi sekolahrumah tunggal atau di tempat lain bagi sekolahrumah jamak atau komunitas.