Soal UN SMA dan Paket C Tidak Jadi 20 Paket?

BSNPYogyakarta (10/02) Belum genap dua minggu POS UN dan UNPK dirilis sudah direvisi oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Anehnya, dalam laman Kemendikbud dua POS tetap diposting dan POS revisi sama bertanggal 29 Januari 2013 tanpa menyebutkan bagian mana yang direvisi atau dikoreksi. Disebutkan dalam pengumuman pada laman Kemendikbud ada revisi POS UN UNPK, namun setelah diunduh ternyata POS UN-UNPK yang sudah dikoreksi tidak menyebutkan bagian mana yang direvisi, sehingga kita akan sulit mencari bagian mana yang dikoreksi.

Sontak saya langsung menuju pada halaman 22 POS UN hasil revisi dan membandingkan dengan POS UN yang belum direvisi. Yaitu pada bagian B. Penyiapan Bahan Ujian Nasional, angka satu dan butir d.

Pada halaman itulah kita bisa menemukan ketentuan yang selama ini banyak disosialisasikan bahwa soal untuk UN SMP/MTs, SMA/MA, SMK dan Program Paket C sebanyak 20 (dua puluh) paket soal. Bunyi lengkapnya adalah sebagai berikut “…menyiapkan naskah soal UN yang berbeda dengan tingkat kesulitan yang sama untuk setiap peserta dalam satu ruang ujian untuk UN SMP/MTs, SMA/MA, SMK, Program Paket C”. Karena satu ruang ujian maksimal 20 orang maka dipahami penyelenggara UN menyiapkan 20 paket soal. Demikian ketentuan POS UN UNPK sebelum direvisi.

Nah, pada POS yang sudah direvisi bunyi butir B.1.d menjadi “…menyiapkan sejumlah paket naskah soal UN SMP/MTs, SMA/MA, SMK, Program Paket C dengan mempertimbangkan kesetaraan antarpaket.” Dalam mana tidak ada ketegasan setiap peserta ujian menerima soal yang berbeda, namun hanya disebutkan sejumlah paket naskah soal.

Apakah ini sinyal bahwa soal ujian nasional tidak jadi dibuat 20 paket? Karena kata-kata sejumlah paket memiliki banyak makna dan tidak tegas berapa jumlah paket soal.

Sampai tulisan ini diturunkan belum diperoleh konfirmasi tentang revisi tersebut.

Baca juga, update info di atas:

Soal UN SMP/MTs, SMA/MA dan Paket C Tetap 20 Paket

4 tanggapan pada “Soal UN SMA dan Paket C Tidak Jadi 20 Paket?”

  1. Rupanya kemdikbud memikirkan betapa tercorengnya dunia pendidikan jika tingkat kelulusan tinggal 20%, karena tidak mampunya TIM SUKSES UN di sekolah (apalagi UNPK) untuk membuat kunci jawaban untuk 20 paket soal … repots.

  2. MENURUT SAYA,,POS YG SUDAH DITETAPKAN,JGN DIROMBAK ATAU DIREVISI LAGI. DARI ASPEK PENGHEMATAN ANGGARAN TENTANG ISSUE REVISI, BISA MENIMBULKAN PEMBAHASAN DANA REVISI TAMBAHAN DAN BERAKIBAT TERJADI KEGADUHAN DLM MEMPERSIAPKAN UN,DAN UNPK PAKET ,, SEBENARNYA UNTUK MENJARING KUALITAS LULUSAN YANG BERBOBOT,MESTI PERBEDAAN SOAL MENJADI 20 PAKET, BISA DIJADIKAN MOMEN PEMBELAJARAN YANG SANAGT SELEKTIF, AGAR SISWA/I MAMPU MENGASA KEMAMPUAN SECARA PROFESIONAL DAN DAPAT MENGERJAKAN SOAL-SOAL UN DAN UNPK SECARA BAIK,SERTA MENGURANGI TINGKAT KECURANGAN YG SELALU DILAKUKAN OLEH OKNUM-OKNUM YG TIDAK BERTANGGUNGJAWAB.

  3. ini membuktikan keraguan para pejabat di kemendikbud yang hanya memikirkan proyek tanpa memikirkan Proses belajar Mengajar sehinga untuk menentukan paket soal saja masih bingung 20 atau berapa masih tidak jelas,

Komentar ditutup.