sabak dan tabletBandung (29/04/2014) Direncanakan pada tanggal 10 Mei 2014 Kemendikbud akan meresmikan SMA Terbuka yang dikhususkan bagi siswa kurang mampu dan daerah tertinggal. Lima syarat untuk menjadi siswa SMA terbuka mengindikasikan SMA Terbuka akan menggerus segmen Paket C.

Persyaratan pertama untuk menjadi murid SMA Terbuka yaitu berasal dari daerah tertinggal, kedua memiliki keterbatasan ekonomi dan syarat ketiga mengalami kendala sosial. Persyaratan keempat yaitu memiliki keterbatasan waktu karena sudah membantu keluarganya, dan syarat yang terpenting yaitu usianya di atas 21 tahun.

“Kriteria anak-anak seperti itulah yang mendapat prioritas tertinggi menjadi siswa SMA terbuka,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Menengah Kemendikbud Indonesia Ahmad Jazidie saat peluncuran SMA Terbuka di Surabaya, Jawa Timur, Senin (28/4).

Kelima persyaratan di atas biasanya selama ini menjadi sasaran peserta didik program Paket C Setara SMA. Boleh jadi segmen peserta didik Paket C akan tergerus oleh SMA Terbuka.

Jika berpikir positif SMA Terbuka, yang kini sedang dikembangkan di enam provinsi, akan menjadi salah satu alternatif layanan pendidikan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan ijazah SMA. Melalui pikiran positif kita semestinya bersyukur karena masyarakat akan mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas, karena pembelajaran berbasis online. Setiap siswa akan diberi pinjaman tablet agar dapat mengakses materi pembelajaran yang dilakukan secara online.

Proses pembelajaran SMA Terbuka 50% dilakukan jarak jauh dengan menggunakan tablet dan 50% tatap muka di sekolah.

Hal yang menarik adalah pernyataan Ahmad Jazidie “Jadi Insya Allah kemungkinan jual beli ijazah atau ijazah palsu tidak ada.” Apakah pernyataan ini merupakan sindiran terhadap pengelola program Paket C yang selama ini melakukan mall praktek UNPK?

Jika betul, berarti kepercayaan terhadap program Paket C sudah pada titik nadir terendah. Namun alasan tersebut tidak bijak jika dijadikan alasan membuka layanan SMA Terbuka dan meminggirkan program Paket C.

Walaupun segmen program Paket C akan tergerus, namun pemerintah tetap memiliki kewajiban untuk membina dan mengembangkan Paket C. Jangan malah dibunuh pelan-pelan. Kalau mau dihapus, dihapus sekalian.

Mati pelan-pelan lebih sakit dibanding dibunuh tiba-tiba. Paling yang menangis adalah ahli waris. Itu pun jika memiliki ahli waris.