SHUN Pendidikan Kesetaraan sebagai Sertifikat Hasil Uji Penyetaraan dengan Pendidikan Formal

Serpong (09/06/2017) Pasal 26 ayat (6) UU Sisdiknas sejak tahun 2003 mengamanatkan agar dilakukan uji penyetaraan agar diakui setara dengan pendidikan formal. Namun baru pada tahun ini secara legal formal ujian nasional diposisikan sebagai uji penyetaraan. Hasil uji penyetaraan dituangkan pada  Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN).

SHUN adalah adalah surat keterangan yang berisi nilai ujian nasional sebagai tingkat capaian standar kompetensi lulusan pada mata pelajaran tertentu yang dinyatakan dalam kategori. Adapun penerbitan SHUN bertujuan untuk memberikan pengakuan kepada peserta didik atas pencapaian standar kompetensi lulusan untuk mata pelajaran ujian nasional yang diikuti (Pasal 2 ayat 2 Permendikbud Nomor 14 Tahun 2017).

Selanjutnya dalam pasal 12 (2) dipahami bahwa SHUN juga dinyatakan sebagai sertifikat hasil uji penyetaraan dengan pendidikan formal, karena dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa ujian nasional Paket B dan Paket C merupakan uji penyetaraan. Sedangkan Paket A uji penyetaraan dilakukan pada ujian pendidikan kesetaraan Paket A. Karena itulah dalam blangko SHUN tercantum kata “setara”, kata yang saat ini tidak muncul dalam ijazah. Artinya SHUN merupakan dokumen yang menyatakan peserta didik setara dengan pendidikan formal. Sudah barang tentu dinyatakan setara jika memenuhi kriteria kategori cukup, yaitu minimal nilai 55. Uniknya semua peserta didik akan memperoleh SHUN walaupun nilai hasil ujian nasional ada yang di bawah 55.

Berdasarkan ketentuan tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa peserta didik kesetaraan, khususnya Paket B dan Paket C, bisa saja dinyatakan lulus berdasarkan dokumen ijazah yang dikeluarkan namun hasil SHUN tidak setara karena ada nilai mata pelajaran di bawah angka 55.

SHUN diterbitkan oleh satuan pendidikan terakreditasi, sehingga nama Kepala SKB atau Ketua PKBM tercantum dalam dokumen SHUN. Namun Kepala SKB atau Ketua PKBM tidak perlu menandatangani SHUN. Keabsahan SHUN menggunakan hologram dan barcode, sehingga tidak memerlukan tanda tangan dan cap. Untuk mengetahui apakah dokumen SHUN asli atau tidak bisa dicek pada laman Puspendik.

Walaupun diterbitkan oleh satuan pendidikan terakreditasi ternyata satuan pendidikan dimaksud tidak perlu melakukan penulisan atau pencetakan. Hal tersebut dikarenakan pencetakan dilakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi dengan menggunakan aplikasi yang disediakan oleh Puspendik.

Untuk mengunduh ketentuan terkait SHUN, silahkan klik pranala berikut ini.

  1. Permendikbud Nomor 14 Tahun 2017 tentang Ijazah dan SHUN;
  2. Perka Balitbang Kemdikbud Nomor 019/H/EP/2017 Bentuk, Spesifikasi, Pencetakan/Penggandaan, dan Pendistribusian Blangko Sertifikat Hasil Ujian Nasional Pada Satuan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Tahun Pelajaran 2016/2017.

[fauziep]

1 tanggapan pada “SHUN Pendidikan Kesetaraan sebagai Sertifikat Hasil Uji Penyetaraan dengan Pendidikan Formal”

  1. Mengapa PKBM paket b dan c ini tidak ada di provinsi Sumatera Selatan tempat saya tinggal Tolo dishare kalau program studi pendidikan kejar pket b dan c ini ada di Sumsel

Komentar ditutup.