logo hptik 200 X 206Yogyakarta (18/12) Masih ada pertanyaan dari sebagian pemangku kepentingan terhadap urgensi organisasi Himpunan Penggiat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Nonformal (HPTIK PNF). Ada yang mempertanyakan apa urgensi himpunan yang menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan nonformal ini. Bahkan ada yang mengatakan duplikasi asosiasi lain seperti APLIKASI yaitu Asosiasi Pemerhati Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia.

Semangat awal pembentukan HPTIK PNF adalah pendataan pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan nonformal yang kemudian para pengelola pendataan menghimpun diri dalam Forum Pengelola Teknologi Informasi PNF. Berdasarkan Munas FPTI PNF Tahun 2012 organisasi berubah menjadi HPTIK PNF dengan semangat dasar berbagi.

HPTIK PNF sebagai media berbagi atau tukar pengalaman dan meningkatkan kompetensi di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Peran HPTIK PNF dalam peningkatan kompetensi pendidik pada pendidikan nonformal menjadi penting karena dalam setiap kompetensi pedagogik, pendidik pada pendidikan nonformal memerlukan kompetensi inti untuk menguasai media pembelajaran, termasuk teknologi komunikasi dan informasi. Bagi tenaga kependidikan pada pendidikan nonformal, kompetensi manajerial akan lebih efektif dilaksanakan jika menguasai TIK dengan baik. Tujuan akhir adalah penggunaan TIK oleh pendidik dan tenaga kependidikan PNF dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan nonformal.

Memperhatikan misi APLIKASI yaitu (1) Menyelenggarakan sertifikasi kompetensi bagi pemakai dan pengguna teknologi informasi dan komunikasi yang dibutuhkan bagi dunia usaha dan dunia industri; (2) Meningkatkan profesionalisme anggota bersertifikasi internasional; maka dapat semangat dasarnya berbeda dengan HPTIK PNF.

Tujuan dan kegiatan APLIKASI sudah bersifat advance dan tidak langsung bisa menjangkau semua pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan nonformal (PTK PNF). Apalagi mereka yang masih gaptek dan belum menguasai betul TIK. HPTIK PNF justru akan lebih berorientasi pada sasaran yang masih memerlukan peningkatan kompetensi TIK, dan sudah barang tentu dengan menghimpun kalangan pendidik dan tenaga kependidikan yang sudah kompeten di bidang TIK.

Disinilah akan terjadi kegiatan berbagi pengalaman sehingga mampu mengurangi kesenjangan digital yang terjadi. Kesenjangan digital juga terjadi di kalangan PTK PNF, masih banyak yang belum menguasai komputer dan memanfaatkan TIK dalam pembelajaran. Sementara itu ada sebagian PTK PNF yang sudah memiliki kompetensi di bidang TIK. Di sinilah fungsi HPTIK PNF menjembatani di antara dua kelompok itu, dengan melakukan edukasi dengan semangat berbagi.

Karena itulah bentuk sederhana yang dapat dilakukan adalah melakukan edukasi internet sehat bagi PTK PNF, bahkan jika perlu melakukan pelatihan internet dasar mulai dari browshing sampai membuat email. Pada level berikutnya bisa dilakukan mengedukasi PTK PNF untuk ngeblog. Dengan ngeblog PTK PNF akan saling tukar informasi, pemikiran dan pengalaman. Pada level lebih atas lagi, pendidik pendidikan nonformal bisa dilatih membuat media pembelajaran berbasis TIK misalnya menggunakan Software Authoring Tools Lectora.

Dengan semangat berbagi pula, HPTIK PNF sedang merancang ensiklopedia digital untuk pendidikan nonformal. Kontributor bensiklopedi ini adalah para pakar dan praktisi pendidikan nonformal yang memberikan sumbangan tulisan dengan semangat berbagi karena tidak akan ada yang membayar. Semangat berbagi dengan ikhlas menjadi spirit untuk mewujudkan ensiklopedia digital ini. Diharapkan ensiklopedi ini dapat membantu para praktisi, pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan nonformal, bahkan birokrat yang ingin mencari tahu seputar informasi tentang pendidikan nonformal yang dikluster menjadi pendidikan anak usia dini, pendidikan masyarakat, kursus dan pelatihan, serta pendidik dan tenaga kependidikan.