UNPP 1Pacitan (02/02) Tahun ini ujian nasional (UN) pendidikan kesetaraan akan menjadi ujian berat bagi peserta didik program paket dan ujian dalam arti yang sebenarnya. Dalam satu ruang setiap peserta ujian nasional Paket C akan menerima soal yang berbeda, sedangkan pada peserta ujian Paket B disediakan lima paket soal. Di samping itu pelaksanaan UN Paket C dilaksanakan pada hari yang sama dengan UN SMA. UN SMA pagi hari mulai pukul 07.30 dan UNPK siang hari mulai 13.30.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Prosedur Operasional Standar UN dan UNPK tahun 2013 yang sudah dirilis BSNP awal minggu ini. Dalam Bab III, butir B.1.d (halaman 22) disebutkan bahwa panitia UN tingkat pusat menyiapkan naskah soal UN yang berbeda dengan tingkat kesulitan yang sama untuk setiap peserta dalam satu ruang untuk UN SMP/MTs, SMA/MA, SMK, Paket C.

Berdasarkan ketentuan di atas maka dalam satu ruang peserta yang jumlahnya maksimal adalah 20 (dua puluh) orang, maka peserta UN Paket C akan menerima soal yang berbeda, alias ada 20 paket soal.

Ketentuan ini akan menjadi batu ujian terhadap stigma negatif pelaksanaan ujian Paket C yang dipandang oleh sebagian kalangan berlangsung tidak fair. Ketika UN Paket C diselenggarakan pada hari yang sama dengan pelaksanaan UN SMA, bahkan dengan sistem rayonisasi yang sama dengan UN SMA, maka akan banyak tim pemantau independen yang bisa jadi ikut memantau pelaksanaan UN Paket C. Hal ini akan ikut menambah ketat pelaksanaan UN Paket C, karena akan mengeliminir praktek yang tidak terpuji baik oleh peserta didik, pengawas dan satuan pendidikan penyelenggara Paket C.

Konon ada sebagian yang membagikan kunci jawaban kepada peserta ujian nasional pendidikan kesetaraan, sehingga tidak heran jika nilai UN relatif tinggi. Ada pula yang melakukan briefing sebelum pelaksanaan ujian dengan memberikan informasi jawaban kepada peserta ujian.

Praktek yang pada akhirnya sulit dibuktikan kebenarannya, karena peserta ujian akan menyimpan rapat-rapat rahasia ini. Jika tidak, ia akan terancam untuk tidak lulus atau dibatalkan ijasahnya.

Kebijakan paket soal yang berbeda bagi setiap peserta didik ini diharapkan praktek kecurangan pada UN pendidikan kesetaraan bisa dieliminir. Karena sebenarnya masih banyak lembaga penyelenggara UN pendidikan kesetaraan yang menjunjung tinggi martabat dan berusaha tidak melakukan kecurangan pada saat UN.

Karena itu, senyampang masih ada waktu mari kita siapkan warga belajar dengan melatih pembahasan soal berdasarkan kisi-kisi UN pendidikan kesetaraan tahun 2013. Maka ujianlah dengan jujur dan bermartabat!