Sukolilo-20140129-00410Oleh Edi Basuki

Dalam kegiatan ekonomi, disebutkan bahwa marketing (pemasaran) adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri menentukan harga barang dan jasa. Dalam hal ini adalah bagaimana menciptakan program PAUD yang dikelola oleh lembaga PAUD “Cahaya Tazkia” binaan pamong belajar BPPAUDNI Surabaya,  diminati oleh konsumennya sehingga bisa bernilai ekonomi tinggi (meningkatnya kesejahteraan pengelola dan tutornya dengan ditandai banyaknya peserta didik yang bergabung di PAUD). Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan Kotler (1997), yang mengatakan bahwa Marketing adalah suatu proses social dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan prosuk yang bernilai kepada pihak lain.

Untuk itulah, pengelola dan tutor paud harus selalu jeli melihat kesempatan menggelar acara yang bisa menarik berbagai pihak untuk “menoleh”melihat  kegiatan-kegiatan (bermain dan belajar sesuai kurikulum andalannya) yang diselenggarakan oleh lembaga PAUD “Cahaya Tazkia”yang konon telah menjadi pusat jujugan berbagai pihak untuk tempat studi banding, ngangsu kaweruh serta kiblat penyelenggaraan program PAUD yang baik dan benar. Diantaranya adalah dengan menyelenggarakan kegiatan bazar, dengan tema bermain pasaran, dari anak, oleh anak, dan untuk anak. Sementara orang tua murid bersama pengelola dan tutor hanya memfasilitasi, membimbing dan mengawasi proses pembelajaran bermain pasaran tersebut.

Itulah proses pembelajaran pasaran oleh pamong belajar BPPAUDNI Surabaya yang dikemas dalam acara bazar, yang dilaksanakan hari rabu pagi (29/1) di halaman gedung Cahaya Tazkia. Semua berpartisipasi, baik orang tua murid, tutor, pengelola maupun karyawan Balai pun berbondong-bondong meramaikan suasana bazar yang digelar secara berkala.

“Kegiatan ini sebagai upaya mengenalkan proses jual beli kepada anak-anak, termasuk menanamkan sikap disiplin, teliti, kejujuran dan tanggungjawab, yang dikemas dalam sebuah kegiatan yang menyenangkan.”Kata Ibu Yani, salah seorang wali murid ketika dimintai tanggapan soal kegiatan ini.

Ketepatan pada hari yang sama, ada kunjungan dari bunda PAUD se-Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, sehingga sebelum dipersilahkan memasuki ruang pertemuan, para bunda PAUD diarahkan untuk melihat kelucuan anak-anak melakukan aktivitas belajar pasaran dalam kegiatan bazar. Beberapa dari tamu juga ada yang membeli jualan anak-anak, tentunya setelah menukarkan uang dengan kupon. Yang dijual bermacam makanan, seperti roti bakar, jajanan pasar, nugget, lumpia, es cendol, ketan bubuk, dan lainnya. Harganya pun tidak mahal. Mereka juga ingin meniru program belajar pasaran melalui kegiatan bazar di daerahnya.

“Melalui kegiatan bazar ini kami ingin mempromosikan lembaga PAUD kepada masyarakat, paling tidak orang tua murid akan bercerita kepad tetangganya bahwa di PAUD Cahaya Tazkia pelajarannya bervariatif, ini bentuk promosi gethok tular yang kami rasa efektif, berharap nanti saat penerimaan siswa baru secara otomatis, orang tua murid menjadi corong kami untuk menggaet peserta didik, dan itu telah kami buktikan kemanjurannya.” Kata pengelola PAUD yang wanti-wanti tidak mau disebutkan jati dirinya.

Apa yang disampaikan oleh pengelola diatas itu, sejatinya sejalan dengan konsep promosi dalam ilmu manajemen, seperti yang diposting oleh fadapawl.blogspot.com, yaitu upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa pada dengan tujuan menarik calon konsumen untuk mengkonsumsinya. Disana juga disebutkan bahwa tujuan Promosi itu di antaranya adalah: Menyebarkan informasi produk kepada target pasar potensial, Untuk mendapatkan pelanggan baru dan menjaga kesetiaan pelanggan, Membentuk citra produk di mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan.

“Mungkin yang perlu dibenahi adalah, saat menggelar bazar, juga memberitahu penilik setempat dan mengundang beberapa penyelenggara PAUD terdekat, sehingga akan terjadi saling belajar dan meningkatkan kerjasama yang sehat,” Kata Basuki, pamong belajar yang sempat melihat dan berbelanja aneka jajanan yang cukup murah dan mengenyangkan. [edi/humas.ipabipusat_online]

ebas 1*) Edi Basuki adalah pamong belajar BPPAUDNI Regional II Surabaya saat ini menjabat sebagai Humas Pengurus Pusat IPABI