Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi Nasional Tahun 2015

IMG_20150605_211425Medan (06/06/2015) Jumat 5 Juni 2015, di Hotel Garuda Plaza Medan berlangsung lomba karya nyata bagi pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan masyarakat (PTK Dikmas). Terdapat enam jenis PTK Dikmas yang dilombakan di tempat tersebut, yaitu pamong belajar, penilik, kepala SKB, tutor keaksaraan, pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), dan pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Sebagian PTK Dikmas mampu menyajikan karya nyata dengan menarik dan kreatif dalam menyajikan inovasinya, namun masih belum optimal untuk lomba karya nyata penilik.

Terdapat 19 orang penilik yang maju pada kesempatan hari Jumat (05/06), ditinjau dari subtansi masih berkutat pada penilik yang berasal dari Jawa yang mampu menyesuaikan dengan tema dan kaidah penulisan karya nyata. Selebihnya masih belum mampu menunjukkan karya nyata sebagai buah dari pekerjaan pelaksanaan jabatan fungsional penilik, yaitu metode pembimbingan yang efektif.

Masih ada penilik yang melakukan presentasi dengan menayangkan naskah dalam bentuk word, atau menayangkan power point tapi tidak di-view full screen. Kondisi ini sangat menyedihkan mengingat penilik adalah pengendali mutu pendidikan nonformal sehingga seharusnya mampu berbuat lebih dibandingkan satuan pendidikan yang disupervisi.

Hal yang kontras terjadi di ruang lomba tutor keaksaraan, dimana para tutor keaksaraan bahkan dari luar Jawa mampu menyajikan presentasi yang kreatif dan menarik. Begitu pula pada lomba karya nyata PKBM, karya nyata pengelola TBM dan pamong belajar. Mereka mampu mengemas paparan yang kreatif dan menyajikan dengan menarik. Bahkan kemampuan tampilan paparan lebih merata dari seluruh Indonesia, tidak fokus pada pulau Jawa.

Menanggapi kondisi tersebut Abubakar, Ka Subdit Pembinaan PTK Dikmas Dit P2TK PAUDNI, menyatakan bahwa dari segi paparan penilik masih harus banyak belajar dari PTK lainnya.

Di sisi lain Arif Nasdianto, Sekretaris Pengurus Pusat Ikatan Penilik Indonesia, mengungkapkan bahwa sebenarnya sudah ada perkembangan kemajuan dari tahun ke tahun. Kemajuan khususnya pada pengenalan subtansi tugas pokok penilik. “Dari sisi subtansi sebenarnya teman-teman penilik terbelenggu dengan tema, sehingga menyulitkan untuk melakukan inovasi” tambah Arif menutup pembicaraan. [fep]