Sudimoro PLTUPacitan (20/09) Keberadaaan PLTU Sudimoro Pacitan telah mengangkat eksistensi Paket C yang dikelola oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nilamsari Sudimoro. Sejak diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono pada 16 Oktober 2013, banyak merekrut tenaga kerja berasal dari penduduk setempat dengan minimal kualifikasi ijazah SMA atau yang sederajat. Persoalannya banyak warga masyarakat yang hanya memiliki ijazah setingkat SMP.

Sudimoro Kadmidi“Padahal banyak warga saya usia duapuluhan tahun pengin bekerja di sana, tapi hanya berijazah SMP,” kata Kadmidi Ketua PKBM Nilamsari, Sudimoro, Pacitan. Sewaktu-waktu PLTU Sudimoro menerima pekerja lokal untuk bidang pekerjaan cleaning service, satpam dan sejenisnya. Menurut Kadmidi sampai sekarang ini pekerja level operator di PLTU Sudimoro baru sepertiga diisi oleh penduduk setempat.

PKBM Nilamsari yang berjarak 52 km dari kota Pacitan merupakan satu-satunya PKBM di Kecamatan Sudimoro. Oleh karena itulah PKBM Nilamsari merupakan tumpuan satu-satunya bagi masyarakat Kecamatan Sudimoro yang belum memiliki ijazah SMA untuk memperoleh kesetaraan ijazah.

Walau kini persentase lulusan SMP yang tidak melanjutkan ke jenjang SMA/SMK sudah sangat kecil, karena jalur transportasi lintas selatan sudah terbuka. Namun penduduk usia 20-30 tahun yang hanya berijazah SMP masih cukup banyak. Usia produktif inilah yang berpotensi untuk bekerja di PLTU Sudimoro.

Sudimoro NilamsariPKBM Nilamsari pada tahun 2014 ini menerima bantuan operasional pendidikan (BOP) Paket C dari Direktorat Pembinaan SMA Ditjen Dikmen Kemdikbud sebesar 37,5 juta rupiah, namun biaya tersebut masih dirasakan kurang. “Saya sebenarnya ingin membuat kelompok Paket C di dusun-dusun lain, tapi masih kesulitan untuk pembiayaannya” tambah Kadmidi. “Pembelajaran dilakukan tiga kali seminggu, dan tentunya kami harus melakukan monitoring ke kelompok-kelompok. Masih terkendala pada biaya pak” tambah pria usia 61 tahun yang juga menjabat Kepala Dusun ini.

Di samping ada asa masyarakat untuk memperoleh ijazah Paket C guna mendapatkan pekerjaan di PLTU Sudimoro, sejumlah 10 orang alumni Paket C PKBM Nilamsari meneruskan kuliah di perguruang tinggi swasta di Pacitan. Bahkan sudah ada satu orang yang berhasil mendapatkan gelar ijazah S1 PGSD.

“Tingginya animo masyarakat untuk mengikuti Paket C karena mereka menyadari bahwa menyandang ijazah SMP belum bisa diandalkan untuk masuk kerja (formal),” ungkap Kadmidi. Karena itu ia mengharapkan agar ke depan biaya operasional pendidikan Paket C dapat dirutinkan. [fep]