PKBM Pusaka Indonesia Berau Siap Menggunakan Pembelajaran Paket C Daring

Tanjung Redeb (22/04/2017) Terdapat 137 peserta didik Paket C PKBM Pusaka Indonesia Berau Kalimantan Timur tahun ini mengikuti ujian nasional. Sekira 50% di antaranya bekerja pada sektor tambang dan perkebunan sawit.  Para pekerja itu hanya libur selama sehari dalam 12 hari atau libur setelah 12 hari kerja. Berdasarkan hasil wawancara dengan Eri Agustina, Ketua PKBM Pusaka Indonesia, terdapat kendala dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan kesetaraan.

Para pekerja perusahaan tambang dan perkebunan sawit tertarik ikut Paket C dengan harapan dapat menjadi pekerja perusahaan bukan pekerja harian selama ini. Dengan menjadi pekerja perusahaan maka pekerja akan mendapatkan berbagai fasilitas dari perusahaan antara lain tingkat gaji yang lebih tinggi dan asuransi kesehatan. Jelasnya akan mendapatkan kepastian dalam bekerja, berbeda dengan status pekerja lepas. “Jika telah kontrak dua tahun mereka berhak menjadi pegawai perusahaan dengan syarat memiliki ijazah SMA sederajat. Karena itu mereka mengejar ijazah Paket C.” ujar Eri Agustina ketika ditemui di kantornya Minggu 22 April 2107.

Selama ini para peserta didik datang pembelajaran pada saat libur bekerja satu hari. Ada kendala yang dihadapi, yaitu terbatasnya waktu yang tersedia untuk pembelajaran. Dan lebih dari itu menyita waktu untuk bersama keluarga ketika hari libur bekerja. Karena itulah fauziep.com menawarkan untuk bergabung ke dalam pembelajaran Paket C daring atau online yang sudah disediakan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Ditjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud.

Untuk mendaftar pertama kali pembelajaran daring tersebut hanya bisa dilakukan oleh satuan pendidikan nonformal yang telah memiliki NPSN. Selanjutnya satuan pendidikan akan diberikan akses kelas daring untuk melakukan pembelajaran bersama dengan peserta didiknya.

“Walau mereka di kampung-kampung, mereka ini memiliki hp smartphone pak.” Kata Eri Agustina yang merintis PKBM Pusaka Indonesia sejak tahun 2013 ini. Lokasi perusahaan sebagian terdapat akses jaringan internet dari provider, sehingga memungkinkan untuk melakukan pembelajaran Paket C daring. Lokasi yang belum ada jaringan bisa dilakukan dengan mengunduh materi pelajaran yang diperlukan sehingga ketika lepas bekerja mereka bisa membaca melalui gawai pintarnya.

Eri Agustina sangat antusias ketika mendapatkan informasi tentang pembelajaran daring yang sudah dikembangkan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan. Saat itu juga (22 Apil 2017) diberikan akses untuk melakukan aktivitasi pembelajaran daring dan siap untuk melaksanakan mulai tahun pelajaran 2017/2018. [fauziep]