Perlukah Memindahkan Peserta Didik ke DAPODIK PKBM Terakreditasi?

Yogyakarta (30/11/2017) Ada pertanyaan dari beberapa pengelola pendidikan kesetaraan, perlukah memindahkan peserta didik ke PKBM terakreditasi. Walaupun PKBM belum terakreditasi, peserta didik tidak perlu dipindahkan ke DAPODIK PKBM terakreditasi.

Di sebagian kabupaten/kota ditemukan jumlah peserta didik pendidikan kesetaraan kelas akhir yang tidak masuk akal, bahkan ada yang mencapai angka ribuan. Ternyata setelah ditelusuri jumlah yang tidak masuk akal tersebut adalah “pindahan” peserta didik dari PKBM se-kabupaten/kota yang belum terakreditasi.

Pemindahan tersebut dilakukan berangkat dari kekhawatiran bahwa peserta didik terancam tidak bisa ikut ujian nasional, karena diyakini bahwa ujian nasional hanya bisa diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi.

Pelaksana ujian nasional pendidikan kesetaraan memang diselenggarakan oleh satuan pendidikan (PKBM) terakreditasi. Bagi PKBM yang belum terakreditasi peserta didik dapat mengikuti ujian nasional pada PKBM yang terakreditasi, tanpa harus memindahkan data DAPODIK-nya. Atau dengan kata lain PKBM yang belum terakreditasi pelaksanaan ujian nasional menginduk pada PKBM terakreditasi. Status peserta didik tetap dan ijazah ditandatangani oleh PKBM asal.

Jika data peserta didik PKBM A dipindahkan ke PKBM terakreditasi (PKBM B) secara yuridis formal peserta didik tersebut pindah ke PKBM B. Peserta didik kehilangan hak identitas sebagai peserta didik dari PKBM A karena oleh DAPODIK dicatat sebagai peserta didik PKBM B. PKBM A kehilangan hak untuk menandatangani ijazah peserta didiknya (yang dipindahkan itu) karena secara yuridis formal sudah pindah PKBM.

Jadi peserta didik tidak perlu dipindahkan ke PKBM terakreditasi selama PKBM asal (yang belum terakreditasi) sudah memiliki DAPODIK. Karena itu agar tidak ribet, maka segeralah ajukan akreditasi!

Tinggalkan Balasan