Beda Pendidik PAUDYogyakarta (29/08) Baru saja saya mengajar pada sebuah pelatihan yang diikuti oleh tenaga kependidikan Taman Kanak-Kanak, ternyata sebagian peserta masih belum memahami perbedaan antara guru, guru pendamping dan pengasuh di lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD). Walaupun sebenarnya ketentuan yang mengatur hal itu sudah keluar sejak lama, yaitu tertuang dalam Permendiknas Nomor 58 Tahun 2009 tentang Standar Pendidiakn Anak Usia Dini.

Sebutan guru ditujukan kepada pendidik PAUD yang memenuhi kualifikasi pendidikan minimal sarjana atau DIV bidang PAUD atau psikologi dari program studi yang terakreditasi. Sedangkan kualifikasi dan kompetensi guru PAUD mengacu kepada Permendiknas Nomor 58 Tahun 2009 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Guru. Sebutan guru ini tidak membedakan bagi pendidik pada jalur pendidikan formal (TK/RA) maupun jalur pendidikan nonformal (KB/TPA/SPS).

Sedangkan pendidik PAUD yang belum memenuhi kualifikasi akademik minimal sarjana/DIV disebut guru pendamping dan pengasuh.

Guru pendamping memiliki memiliki ijazah DII PGTK dari perguruan tinggi yang terakreditasi atau memiliki ijazah minimal Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat dan memiliki sertifikat pelatihan/pendidikan/kursus PAUD yang terakreditasi. Sedangkan pengasuh memiliki kualifikasi akademik minimum Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat.

Artinya yang membedakan pengasuh dan guru pendamping adalah sertifikat pelatihan/pendidikan/kursus PAUD yang terakreditasi. Dengan demikian seseorang yang memiliki ijazah minimal Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat ingin menjadi pendidik PAUD namun belum pernah mengikuti pelatihan dikategorikan sebagai pengasuh. Selanjutnya ke depan pengasuh diikutkan pada pelatihan atau magang agar memiliki kompetensi sebagai pengasuh.

Pengasuh memiliki 14 indikator kompetensi yang harus dikuasai, sedangkan guru pendamping sebanyak 48 indikator kompetensi dan guru 74 indikator kompetensi. Terkait dengan pendidikan dan pelatihan (diklat) berjenjang pendidik PAUD, diklat dasar untuk menyiapkan pengasuh, diklat lanjutan untuk menyiapkan guru pendamping dan diklat mahir untuk guru.