Pentingnya Surat Keterangan Pindah dari Sekolah ke Pendidikan Kesetaraan

Yogyakarta (4/11/2018) Saya baru saja menerima pesan WhatApps dari seseorang yang menanyakan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) kok meminta surat keterangan pindah dari SMA asal peserta didik yang akan masuk ke Paket C setara Kelas XI. Terkesan orang tua tersebut dipersulit oleh SKB, padahal SKB telah melakukan hal yang benar.

Ibu itu kemudian bertanya, “Apa tidak cukup dengan rapor terakhir saja pak?”.

Jadi sebenarnya peserta didik dari SMA pindah ke Paket C adalah pindah satuan pendidikan. Salah satu persyaratan pindah adalah rapor terakhir. Pada format rapor ada keterangan pindah sekolah, keterangan itu harus diisi oleh sekolah asal dan dijadikan dasar bagi SKB atau PKBM penyelenggara Paket C untuk menerima.

Secara yuridis formal peserta didik dinyatakan keluar dari satuan pendidikan jika sudah ada keterangan keluar. Minimal tertulis di buku rapor sehingga dijadikan dasar bagi SKB atau PKBM yang akan menerima untuk memastikan status hukumnya sebagai peserta didik. Jadi langkah SKB menanyakan surat pindah (yang minimal ditulis di rapor) adalah langkah yang tepat untuk memastikan bahwa status peserta didik yang akan masuk sudah resmi lepas dari satuan pendidikan asal.

Persoalannya adalah banyak peserta didik sekolah yang putus sekolah karena alasan ekonomi, misalnya menunggak biaya sekolah. Kondisi ini tidak memungkinkan peserta didik mendapatkan surat keterangan keluar dari sekolah asal. Untuk mengatasi hal ini, SKB atau PKBM bisa menjadi mediator agar sekolah asal mengambil kebijaksanaan untuk membebaskan biaya yang terhutang. Hal ini perlu dipertimbangkan karena peserta didik masih memiliki keinginan melanjutkan pendidikan ke jalur pendidikan nonformal, yaitu pendidikan kesetaraan. Diharapkan sekolah memberikan kelonggaran karena peserta didik tersebut masih mau meneruskan belajar.

2 tanggapan pada “Pentingnya Surat Keterangan Pindah dari Sekolah ke Pendidikan Kesetaraan”

  1. Pencerahan yg konstruktif menjawab venomen legalitas siswa drop out vs. pindahan.

    Disekolah2 swasta formal jg terindikasi manajerialnya seperti nonformal.

    Siswa yg jelas2 DO msh juga terdaftar di sekolah formal.dan hal ini sulit ada jalan kluar utk pembuktian keabsahan pindahan disebabkan oleh :
    1.sekolah msh menjaga kuota siswa
    2.disekolah formal tdk ada pemberlakuan pengelompokan siswa niskin dan siswa mampu.sehingga semua beban biaya berlaku sama rata.
    3.akibat kendala biaya sama rata maka siswa terancam DO, namun siswa yg ingin pindah sekolah atau jalur, diwajibkan menyelesaikan administrasi terlebih dahulu.
    4.penjelasan butir ke 2,3 menjadi penyebab sekolah Nonformal sulit utk memperoleh Surat Pindah siswa.

    Sarannya:

    dihuatkan peraturan yg tegas mengatur keringanan biaya atau mengatur pada kolom rapot tdk wajib dicantumkan ketetangan pindah sekolah.

    Mhn tanggapannya.

Tinggalkan Balasan