Oleh Edi Basuki

pkbm-cropMenurut UNESCO, PKBM adalah lembaga pendidikan yang diselenggrakan di luar sistem pendidikan formal diarahkan untuk masyarakat desa dan kota dengan dikelola oleh masyarakat itu sendiri serta memberi kesempatan kepada mereka untuk mengembangkan berbagai model pembelajaran dengan tujuan mengembangkan kemampuan dan keterampilan masyarakat agar mampu meningkatkan kualitas hidupnya. Dengan kata lain PKBM didirikan oleh masyarakat yang mempunyai rasa “kepedulian” terhadap nasib warga sekitar yang terpinggirkan oleh nasib sehingga kurang bisa ikut menikmati “kue pembangunan” di bidang pendidikan.

Semangat mereka inilah yang dari tahun ke tahun selalu dipelihara dan ditingkatkan kapasitasnya agar dalam melaksanakan program PNF tetap mengedepankan standar mutu yang digariskan oleh kemendikbud. Diantaranya melalui diklat Peningkatan Kompetensi Pengelola PKBM. Ini penting agar anggapan minor bahwa PKBM sebagai penjual ijasah program paketan bisa dieliminir dengan kerja nyata dan kerja benar yang dibuktikan dengan mutu lulusan yang semakin benar-benar setara dengan sekolah formal.

Dadan Supriatna, Kepala BP-PAUD dan Dikmas Jatim, dalam arahannya berpesan bahwa di era pemberlakuan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), mau tidak mau bangsa Indonesia harus menyiapkan tenaga kerja yang bermutu agar dapat bersaing dengan tenaga kerja asing lainnya. Untuk itulah tugas pendidikan, baik formal maupun nonformal harus mampu menghasilkan lulusan yang benar-benar terampil dan professional untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan lapangan kerja.

Apa yang dikatakan mantan pamong belajar BP-PLSP Jayagiri, Lembang, Bandung ini, segaris dengan keberadaan PKBM sebagai satuan Pendidikan nonformal yang berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional.

Untuk itulah, ke depan, pengelola PKBM harus sering berkomunikasi dengan Balai dan Dinas Pendidikan untuk memudahkan koordinasi, mensukseskan program pendidikan nonformal, disamping untuk memperluas jejaring kemitraan serta peluang bisnis antar PKBM. Termasuk mendorong penilik untuk memerankan diri sebagai pembimbing, pendamping dan pengendalian mutu sesuai dengan tupoksinya. Jangan hanya datang ke PKBM ketika ada acara seremonial belaka. Itu kelakuan lama yang sudah tidak sejalan dengan revolusi mental yang didengungkan pemerintahan Jokowi.

Di sisi lain, pengelola harus sadar bahwa PKBM itu sejatinya bukan hanya  sebagai tempat kegiatan pembelajaran saja, tetapi juga sebagai tempat kegiatan usaha ekonomi produktif dan sebagai tempat kegiatan pengembangan masyarakat. Artinya, ketika di masyarakat sedang ramai memperbincangkan masalah terorisme, narkoba, kriminalitas remaja, dan trafficking, misalnya, maka pengelola PKBM boleh mengundang masyarakat sekitar untuk diajak rembugan membahas masalah tersebut agar tidak mengimbas pada generasi muda yang ada di daerah dimana PKBM berada. Dengan demikian upaya peningkatan kompetensi pengelola PKBM untuk penjaminan mutu program yang diselenggarakan perlu diagendakan secara terjadwal.

Salah satu upaya yang ditempuh, disamping diklat adalah mendorong PKBM untuk segera mengajukan permintaan akreditasi kepada BAN-PNF, sehingga ke depannya penyelenggaraan program PNF di PKBM benar-benar sesuai dengan delapan standar pendidikan. Jelas dampaknya keberadaan PKBM tidak akan dipandang sebelah mata oleh mereka yang sinis terhadap gaya PKBM dalam menjalankan programnya selama ini yang tampaknya asal-asalan.

Dalam kegiatan Diklat khas BP-PAUD dan Dikmas Jatim ini juga diberikan materi dinamika kelompok, sebagai upaya membangun komunikasi dan silaturahmi antar pengelola PKBM. Bahkan oleh ketua panitia, peserta didorong membuat grup whatsapp untuk melestarikan pertemanan yang telah dibangun dalam Diklat ini, sehingga tetap bisa berkomunikasi saling tukar informasi setiap hari, sampai nanti, dalam rangka pengendalian dan penjaminan mutu pendidikan nonformal dikemudian hari. Salam Literasi.[edibasuki/humasipabi_pusat]

ebas-1*) Edi Basuki adalah pamong belajar pada BP PAUD dan Dikmas Jawa Timur.