Blitar 1Blitar (14/02/2015) Penilik Kabupaten Blitar berhasil menyelenggarakan Workshop Penyusunan Rencana Kerja Tahunan 2015, pada tanggal 12-14 Februari 2015 di Gedung PGRI Kabupaten Blitar Jawa Timur. Di samping workshop juga diselenggarakan sarasehan komunitas Penilik 31 yang diikuti 100 orang penilik di sepuluh kabupaten/kota di Jawa Timur.

Kegiatan workshop diawali dengan penyusunan draf rencana kerja tahunan oleh kelompok penilik dan dilanjutkan dengan konsultasi kepada narasumber yaitu Prof. Dr. Supriyono gurubesar PLS dari Universitas Negeri Malang. Selama dua hari para penilik melakukan perbaikan dan diakhiri dengan presentasi hasil penyusunan rencana kerja tahunan dalam forum pleno yang diselenggarakan pada hari ketiga Sabtu 14 Februari 2015.

Pada presentasi tersebut juga dihadiri Hj. Anik Wahyuningsih, S.Ti, M.Si. anggota DPRD Kabupaten Blitar yang juga Ketua HISSPI Kabupaten Blitar. Anggota Fraksi Golkar yang juga asesor BAN PNF berharap agar penilik membantu lembaga kursus dan satuan pendidikan nonformal lainnya untuk maju dalam akreditasi karena penilik memiliki tugas sebagai pengendali mutu pendidikan nonformal. Dalam pandangannya, penilik memiliki potensi untuk melakukan bantuan kepada lembaga dan satuan pendidikan nonformal sesuai dengan tugas pokoknya.

Di samping presentasi rencana kerja tahunan hasil penyusunan penilik Kabupaten Blitar, juga dipresentasikan hasil penyusunan rencana kerja tahunan penilik Kabupatenn Tulungagung Jawa Timur.

Setelah kedua tim penilik (Kabupaten Blitar dan Kabupaten Tulungagung) melakukan presentasi Prof. Dr. Supriyono memberikan masukan dan kata akhir. Guru besar yang juga asli Blitar ini menyatakan bahwa hasil penyusunan rencana kerja tahunan penilik sudah bagus, bahkan jika dinilai masuk angka 80. Harapannya kinerja penilik di Blitar dan sekitarnya diikuti oleh penilik di kabupaten/kota lainnya.

Menurut Khoirul Mutaqin, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Ikatan Penilik Indonesia Kabupaten Blitar mengemukakan bahwa penyusunan rencana kerja tahunan adalah tahapan yang harus dikerjakan penilik sebelum melaksanakan tugas pokoknya dalam tahun berjalan.

Pada akhir sessi Fauzi Eko Pranyono selaku Ketua Umum DPP Himpunan Penggiat TIK PNF memaparkan sekaligus ujicoba aplikasi DUPAK (Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit) Penilik. Dengan menggunakan aplikasi ini penilik tidak perlu repot lagi menghitung angka kredit, karena akan otomatis menjadi surat pernyataan diklat, surat pernyataan melakukan pengendalian mutu, surat pernyataan evaluasi dampak program, surat pernyataan pengembangan profesi, surat pernyataan penunjang tugas dan DUPAK. Namun dengan satu syarat, penilik harus rajin mengentri ke aplikasi setiap selesai melakukan aktivitas yang dilakukan, demikian ungkap Fauzi yang juga pamong belajar madya di Balai Pengembangan Kegiatan Belajar DIY.

Blitar 2Jumat malam hari (13 Februari 2015) bertempat di Jalan Kalimantan diselenggarakan Sarasehan Komunitas Penilik 31, sarasehan berisi curah pendapat berbagai persoalan ketugasan dan kepegawaian penilik. Perwakilan penilik kabupaten/kota menyampaikan permasalahan dan ditanggapi bersama oleh yang hadir untuk dicarikan solusinya. [fep]