PB SKB Tegal2Yogyakarta (26/08) Pasal 16 ayat (2) Permenpan RB Nomor 15 Tahun 2010, menyebutkan bahwa penilaian dan penetapan angka kredit terhadap setiap Pamong Belajar dilakukan paling kurang 1 (satu) kali dalam setahun. Artinya, naik pangkat/jabatan atau tidak pamong belajar wajib mengajukan penilaian angka kredit setiap tahunnya.

Kebiasaan selama ini pengajuan dan penilaian angka kredit dilakukan ketika pamong belajar akan mengajukan kenaikan pangkat dan atau jabatan. Tidak sedikit pamong belajar yang bingung mengadministrasikan karena kesulitan menemukan dan mencari bukti fisik yang sudah bertahun-tahun lewat. Hal ini terjadi karena pamong belajar jarang yang melakukan inventarisasi terhadap kegiatan tugas pokok yang dilakukan, sehingga ketika akan mengajukan angka kredit kelabakan mengadministrasikan.

Ketentuan penilaian dan penetapan angka kredit setiap tahun akan mengeliminir hal tersebut di atas.

Berdasarkan ketentuan ini, maka setiap tahun pamong belajar akan mendapatkan penetapan angka kredit (PAK), walaupun yang bersangkutan tidak naik pangkat dan atau jabatan pada tahun berjalan.

Untuk memudahkan penyusunan daftar usulan penetapan angka kredit (DUPAK), setiap pamong belajar wajib mencatat dan menginventarisasi semua kegiatan yang dilakukan. Hal ini diatur dalam pasal 15 ayat (1) Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pamong Belajar dan Angka Kreditnya (Peraturan Bersama Mendikbud dan Kepala BKN).