Mendikbud UN

Sumber foto:
http://kemdikbud.go.id

Yogyakarta (27/05) Semestinya pengumuman UNPK Paket C, sesuai POS UN/UNPK, dilakukan serentak bersama dengan UN SMA/SMK.  Tapi ternyata tidak, pada tanggal 24 Mei 2013 hanya hasil kelulusan UN SMA/MA/SMK yang diumumkan oleh pemerintah. Bahkan dalam release resmi di Kemdikbud pada 23 Mei 2013, Mendikbud M. Nuh tidak menyinggung sama sekali tentang hasil UNPK Paket C. Jangankan menyinggung, menjelaskan kapan dan bagaimana hasil UNPK bisa tertunda saja tidak.

Hari Kamis, 23 Mei 2013 sore semua SMA/MA/SMK sudah menerima hasil UN dan melaksanakan rapat dewan guru untuk membahas hasil UN yang akan diumumkan keesokan harinya (24/05/2013). Tapi tidak ada sama sekali informasi yang masuk tentang hasil UNPK di posko UN Dinas Provinsi.

Malam hari saya kontak dengan teman di Puspendik Balitbangdikbud, dan dijelaskan bahwa nilai UNPK Paket C masih diolah. Menjadi terlambat karena ada beberapa persyaratan administrasi yang belum lengkap. Misalnya, nilai semester yang belum lengkap masuk. Hal yang aneh sebenarnya, karena tidak mungkin peserta UNPK masuk dalam daftar nominatif tetap dan bisa ikut UNPK jika tidak melengkapi persyaratan.

Keesokan harinya (24/05) saya mendapat informasi dari Puspendik Balitbangdikbud jika nilai hasil kelulusan malam ini (24/05) akan dikirim ke provinsi untuk diteruskan ke kabupaten/kota dan penyelenggara UNPK Paket C. Sembari diklarifikasi bahwa keterlambatan dikarenakan ada beberapa masalah administrasi ujian, antara lain adanya ketidakcocokan antara jumlah lembar jawab dan jumlah presensi pada lembar presensi peserta UNPK. Sehingga harus divalidasi ulang.

Sementara itu ada informasi lain bahwa bahwa petugas pengolah data UNPK Paket C dikerahkan untuk proses pengolahan UN sekolah. Pemerintah mengejar target pengumuman UN SMA/MA/SMK dengan mengorbankan pengumuman UNPK Paket C.

Namun demikian, ketika Mendikbud tidak memberikan klarifikasi atau penjelasan bahwa pengumuman Paket C diundur pada konperensi press hari Kamis 23 Mei 2013, M. Nuh sudah menganggap bahwa peserta Paket C dianggap tidak ada. Dianggap remeh.  Karena dianggap tidak ada yang akan berteriak lantang terhadap sikap Mendikbud yang melecehkan kalangan pendidikan nonformal. Kalau pun ada yang berteriak pasti akan dianggap angin lalu. Tidak akan ada klarifikasi apa pun.

Nonformal Tak AdaSimak saja dalam laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tidak ada tanda-tanda kehidupan adanya jalur pendidikan nonformal di republik ini. Lihat saja pada boks paling bawah di laman Kemdikbud di tengah ada boks satuan pendidikan, apa ada link ke satuan pendidikan nonformal? Tak ada?  Itulah potret sebenarnya sikap resmi kementerian terhadap jalur pendidikan nonformal.

Sampai saat ini (27/05) masih banyak warga belajar peserta UNPK yang bertanya-tanya kapan hasil UNPK diumumkan. Dan pemerintah sama sekali tidak memberikan klarifikasi resmi terhadap masalah keterlambatan pengumuman UNPK Paket C. Justru pihak penyelenggara Paket C yang dipojokkan dengan alasan berbagai administrasi UNPK yang belum beres. Jika ada kekurangan atau ketidakcocokan berkas UNPK, bagaimana kerja pengawas satuan pendidikan yang dari perguruan tinggi? Jadi jangan mengkambinghitamkan penyelenggara, karena justru akan menembak pihak lain yang juga kawannya sendiri.

Coba kalau pengumuman UN SMA/MA/SMK yang diundur, pasti M. Nuh akan tergopoh-gopoh melakukan klarifikasi dan mengadakan konperensi pers.