IPABI Papua 133Pengembangan profesional berkelanjutan (PPB) atau Continuing Profesional Development (CPD) di kalangan pamong belajar masih dipahami secara sempit, yaitu pengembangan profesi sebagai sub unsur dari jabatan fungsional pamong belajar. Padahal pengembangan profesional berkelanjutan maknanya lebih luas dari itu, yaitu meliputi pengembangan seluruh kompetensi yang seharusnya dimiliki oleh pamong belajar.

Pengembangan profesional berkelanjutan diartikan sebagai kegiatan yang membantu untuk mempertahankan, mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan, pemecahan masalah, atau keterampilan teknis sesuai dengan standar kompetensi yang berkaitan dengan profesinya. Untuk mengatasi perkembangan dan dinamika kebutuhan belajar masyarakat memerlukan pamong belajar yang profesional. Hal tersebut untuk menjamin masyarakat mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan belajarnya dalam rangka mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional.

Profesionalisme pamong belajar mulai dibentuk dan dikembangkan pada saat mengikuti pendidikan formal sesuai dengan kualifikasi yang dipersyaratkan. Bekal akademik dan kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan formal masih perlu dipertajam melalui program pengembangan profesionalisme berkelanjutan agar pamong belajar dapat memberikan layanan pendidikan nonformal yang berkualitas kepada peserta didik.

Permasalahan pamong belajar antara lain berkaitan dengan kualifikasi, karier, kompetensi, sertifikasi, pengembangan profesional, dan penghargaan dan perlindungan. Khusus terkait dengan pengembangan profesional belum dilakukan secara sistematis melalui program yang dirancang secara komprehensif dan berkelanjutan. Selain itu, untuk peningkatan kompetensi yang diselenggarakan melalui pelatihan secara regular dan konvensional selama ini dengan pola tatap muka belum dapat mencapai tujuan secara optimal, baik dalam menjangkau populasi sasaran maupun capaian kompetensi sesuai dengan tuntutan tugas. Permasalahan tersebut perlu diupayakan pemecahannya, antara lain melalui penyelenggaraan program pembinaan karier dan pengembangan profesional dengan pola peningkatan profesionalisme berkelanjutan bagi pamong belajar. Dengan program ini diharapkan pengembangan profesional bagi pamong belajar dapat terlaksana secara efektif dan efisien serta dapat mewujudkan pamong belajar yang profesional dalam melaksanakan tugasnya.

Pengembangan profesional berkelanjutan dapat menjadi bagian dari keinginan setiappamong belajar untuk menjadi praktisi yang lebih baik, meningkatnya prospek karir atau untuk merasa lebih percaya diri tentang pekerjaannya dan dapat lebih memuaskan bagi masyarakat. Hal ini dapat menjadi langkah untuk mencapai kompetensi yang lebih tinggi, atau diwajibkan oleh asosiasi profesi (Ikatan Pamong Belajar Indonesia) untuk mempertahankan status profesionalnya.

Selain itu pengembangan profesional berkelanjutan mengandung makna pengembangan dan perluasan pengetahuan, keterampilan dan kualitas kepribadian dalam memenuhi syarat peningkatan mutu profesi. Pengembangan profesional berkelanjutan juga bermakna pembaharuan ilmu pengetahuan dasar profesi secara berkelanjutan dan peningkatan kompetensi melalui pelaksanaan tugas. Tugas itu merupakan bagian dari komitmen sebagai tenaga profesional pamong belajar, meningkatkan kemampuan tanpa henti sebagai bagian dari peningkatan mutu profesi dalam mengoptimalkan peluang pengembangan karir pada saat kini maupun pada masa pendatang.

Dengan demikian, kebutuhan belajar dalam program pengembangan profesional berkelanjutan pamong belajar dapat ditetapkan dari (1) adanya kesenjangan standar kompetensi pamong belajar dengan kompetensi yang dikuasai oleh pamong belajar; atau (2) adanya dinamika perkembangan masyarakat sehingga membutuhkan penanganan secepatnya. Karena itulah program pengembangan profesional berkelanjutan tidak sekedar pengembangan profesi, khususnya hanya latihan atau diklat penulisan karya tulis ilmiah. Hal terakhir ini saat ini menjadi pemahaman sebagian dari pemangku kepentingan dan pamong belajar itu sendiri.

Pada dunia kedokteran pengembangan profesional berkelanjutan merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh setiap dokter, bahkan menjadi syarat untuk memperpanjang ijin praktek dokter. Kegiatan pengembangan profesional berkelanjutan dihargai dalam satuan kredit, dan sejumlah kredit tertentu harus dicapai sebagai syarat perpanjangan ijin praktek yang dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Persyaratan tersebut untuk memastikan atau menjamin agar dokter tetap memiliki kemampuan profesional sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan permasalahan kesehatan atau penyakit.

Jadi pengembangan profesional berkelanjutan bagi pamong belajar harus diarahkan pada penajaman kompetensi pamong belajar sesuai dengan standar kompetensi serta mengikuti perkembangan masyarakat. Dengan demikian pamong belajar dapat segera dengan cepat menyesuaikan dinamika perkembangan sosial budaya dan juga regulasi atau kebijakan dari pemerintah. Karena itulah, maka poros utama pengembangan profesional berkelanjutan adalah belajar. Belajar dan terus belajar.