Pramuka1Tujuan pendidikan politik ialah menciptakan generasi muda yang sadar akan kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945. Dalam artian tersebut terkandung maksud usaha menanamkan nilai dan norma yang merupakan landasan dan motivasi bangsa Indonesia serta membina dan mengembangkan generasi muda guna ikut serta berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Gerakan Pramuka sebagai organisasi pendidikan kepanduan memiliki tujuan untuk membentuk warga negara yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna yang dapat membangun dirinya sendiri serta mampu menyelenggarakan pembangunan bangsa dan negara. Sementara itu Lord Baden Powell, bapak dan pendiri gerakan kepanduan dunia, menekankan bahwa salah satu tujuan pendidikan kepanduan adalah membentuk Pandu (Pramuka) yang memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi, warga negara yang baik, patuh dan setia kepada negaranya. Bahkan lebih tegas lagi disebutkan sebagai pendidikan atau latihan kewarganegaraan, yaitu membentuk warga negara yang setia dan patuh kepada negaranya. Bahwa pendidikan kepramukaan mampu memberikan kontribusi terhadap sosialisasi politik dan latihan kewarganegaraan disinggung pula oleh R. Murray Thomas, khususnya dalam pengembangan kepatuhan terhadap peraturan dan semangat patriotisme.

Sementara itu kepribadian oleh Rush dan Althoff dipandang fundamental bagi proses sosialisasi, dan merupakan salah satu ubahan penting dalam sosialisasi politik. Karena titik berat pendidikan kepramukaan adalah pada pembinaan sikap, serta ditinjau dari materi kegiatan dan metode, tujuan dan arahan pencapaian tujuan serta sistem kelembagaannya, maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan kepramukaan mampu memberikan sumbangan dalam pengembangan sikap terhadap kesadaran berbangsa dan bernegara.

Ditinjau dari metode dan materi latihan, pendidikan kepramukaan memiliki kelebihan dari kegiatan ekstra kurikuler lainnya dalam rangka pengembangan aspek sikap dalam pendidikan politik bagi siswa. Dalam pelaksanaannya Gerakan Pramuka menyelenggarakan pendidikan dengan menggunakan prinsip dasar dan metodik pendidikan kepramukaan, yang diantaranya menekankan pada bentuk permainan/kegiatan yang menarik dan mengandung pendidikan. Melalui pendekatan tersebut diharapkan pendidikan kepramukaan mampu lebih mendorong internalisasi dan sosialisasi anggota Gerakan Pramuka sehingga memiliki sikap politik (kewarganegaraan) sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka. Sikap politik yang dimaksud meliputi aspek-aspek kesadaran akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara, rasa nasionalisme dan patriotisme serta mendukung sistem kehidupan nasional yang demokrasi sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

Karena kegiatan kepramukaan telah dirancang guna pencapaian tujuan penddikan kepramukaan, yaitu dalam rangka mengembangan rasa cinta tanah air serta sikap patriotisme, maka tidak diragukan lagi sumbangannya terhadap pengembangan kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara Pramuka. Atau dengan ungkapan yang lain yaitu pendidikan kepramukaan memiliki peranan langsung maupun tidak langsung dalam pendidikan politik bagi generasi muda.

Dalam bahasa Baden Powell (BP) pendidikan kepanduan dapat dijadikan wahana untuk pendidikan kewarganegaraan. BP mengajarkan pendidikan kepramukaan sebagai pendekatan kependidikan dalam rangka memperbaiki mutu warga negara pada generasi yang akan datang, terutama karakter dan kesehatannya, mengganti “aku” dengan”bakti” membuat anak seorang yang efisien mengabdi pada sesama manusia. Masih menurut BP, dalam negara yang merdeka orang mudah mengatakan dirinya seorang warga negara yang baik bila ia selalu taat pada undang-undang, mengerjakan pekerjaannya, dan menyatakan pilihan politiknya, olah raga dan kegiatan-kegiatan lain dan menyerahkan kepada negara untuk memikirkan masalah kesejahteraan negara. Menurut Baden Powell keadaan demikian itu adalah warga negara yang pasif, tetapi warga negara yang pasif ini tidak cukup untuk mempertahankan isi kemerdekaan, keadilan dan kehormatan di dunia. Karena itu dibutuhkan juga warga negara yang aktif. Inilah pendidikan politik dalam artian sebenarnya pada konteks pendidikan kepramukaan. Jayalah Pramuka Indonesia!!