Pendidikan Kesetaraan Harus Segera Melaksanakan K13 pada Tahun Pelajaran 2018/2019

Yogyakarta (26/06/18) Berbeda dengan pendidikan formal sudah sejak awal menerapkan kurikulum 2013, pendidikan kesetaraan belum menerapkan kurikulum 2013 sampai saat ini. Jika hal ini dibiarkan maka pendidikan kesetaraan akan tertinggal dengan pendidikan formal yang menjadi acuan yang disetarakan.

Rujukan yang dapat dijadikan dasar implementasi kurikulum 2013 pada pendidikan kesetaraan adalah Permendikbud Nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013. Pasal 4 menyatakan “Satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah dapat melaksanakan Kurikulum Tahun 2006 paling lama sampai dengan tahun pelajaran 2019/2020.”

Pengertian satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah pada Permendikbud di atas mencakup juga pendidikan kesetaraan. Hal ini dapat dicermati pada Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan pasal 114 ayat (2) yang berbunyi “Pendidikan kesetaraan berfungsi sebagai pelayanan pendidikan nonformal pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.” Ketentuan tersebut menegaskan bahwa satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah sebagaimana diatur dalam Permendikbud nomor 160 Tahun 2014 juga mencakup pendidikan kesetaraan, yaitu Paket A dan Paket B sebagai satuan pendidikan dasar pada jalur pendidikan nonformal serta Paket C pendidikan menengah pada jalur pendidikan nonformal. Artinya secara yuridis formal pendidikan kesetaraan harus segera melaksanakan kurikulum 2013.

Dengan demikian, kurikulum lama berdasarkan Permendiknas Nomor 14 Tahun 2007 tentang Standar Isi Program Paket A, Paket B dan Paket C berlaku paling lama sampai dengan tahun pelajaran 2019/2020. Karena itu mulai tahun 2017 Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan bekerja sama dengan Pusat Kurikulum dan Perbukuan menyusun kurikulum 2013 untuk pendidikan kesetaraan. Disamping dokumen kurikulum Paket A, Paket B dan Paket C, telah berhasil pula disusun modul untuk setiap mata pelajaran pada Paket A setara kelas 4, Paket B setara kelas 7 dan Paket C setara kelas 10. Kebijakan tersebut agar pendidikan kesetaraan segera dapat melaksanakan kurikulum 2013.

Pelaksanaan kurikulum 2013 pada pendidikan kesetaraan dilaksanakan secara bertahap mulai pada kelas awal, sehingga dalam waktu tiga tahun ke depan semua jenjang rombongan belajar sudah menerapkan kurikuum 2013. Perangkat kurikulum dan modul sudah tersedia untuk kelas awal. Pada tahun 2018 ini keseluruhan modul direncanakan selesai untuk Paket A setara kelas 5 dan kelas 6, Paket B setara kelas 8 dan kelas 9, serta Paket C setara kelas 11 dan kelas 12.

Gambaran pemberlakuan kurikulum lama dan kurikulum 2013 dapat diperhatikan pada gambar berikut ini.

Gambar Pemberlakuan Kurikulum Lama dan Kurikulum 2013

Pada contoh di atas digambarkan pada program Paket C, namun sama untuk program lainnya. Jika pada tahun pelajaran 2018/2019 tidak segera dimulai melaksanakan kurikulum 2013, dikhawatirkan akan menabrak ketentuan Permendikbud Nomor 160 Tahun 2014. [fauziep]

Untuk mendapatkan kurikulum pendidikan kesetaraan klik tautan berikut:

  1. Kurikulum 2013 Paket A Setara SD
  2. Kurikulum 2013 Paket B Setara SMP
  3. Kurikulum 2013 Paket C Setara SMA

12 tanggapan pada “Pendidikan Kesetaraan Harus Segera Melaksanakan K13 pada Tahun Pelajaran 2018/2019”

      1. terima kasih pa, sy kebetulan menjadi salah satu peserta di PCP tutor kesetaraan pd tgl 09-14 Juli kmaren, di kota pontianak, dgn penyampaian materi yg dipadatkan sperti kmaren sprtinya kami msh perlu pemantapan lg.. krn msh bnyak yg ingin kami tanyakan, namun keterbatasan waktu. smoga ada lanjutan PCP berikutnya.. agar kami tdk penasaran 😂😂

  1. Bagaimana Penilaian, rapport, buku2 pelajaran dan pendukung lainnya supaya memudahkan dan membantu penerapannya dilapangan.
    Terima Kasih pak atas pencerahan dan ilmunya.
    PKBM Khalishah Batam

    1. Mekanisme penilaian berbasis modul. Soal dibuat oleh tutor. Nilai semester adalah nilai rata-rata ujian modul. Modul sudah disusun untuk setara kelas 4, kelas 7 dan kelas 10. Tahun ini akan selesai semua modul untuk kelas lainnya.

  2. Terima kasih Atas infonya, insha Alloh PKBM Alhikmah Kec.Karang Penang Kab.Sampang siap melaksanakan

  3. Kurikulum 2013 oke, memang sudah saatnya. Tetapi menurut kami ada yang LEBIH PENTING,
    Apa itu ?
    Mata Ujian Nasional harus dikurangi, mulai tahun pelajaran 2018/2019 ini, menjadi 4 atau maksimal 5 Mata Uji, meskipun kurikulumnya masih KTSP.
    Dengan jumlah 4 atau 5, sehari cukup 1 mata uji seperti di sekolah/madrasah formal. Pelaksanaan UNBK setiap harinya satu komputer dapat dipakai 3 peserta (3 sesi).
    Sekarang kan ‘njomplang.’ Sekolah/madrasah formal untuk UNBK mandiri cukup menyediakan komputer 1/3 (sepertiga) dari jumlah peserta (3 sesi), sedangkan PKBM/SKB/Penyelenggara Paket B/Paket C harus menyediakan komputer yang sama dengan jumlah peserta.

    Faktanya : di Kabupaten Banyumas baru 1 PKBM (Nuju Pinter Cilongok) dan 1 SKB (Purwokerto) yang berani UNBK Mandiri. Lainnya masih ‘numpang’ di SMK/SMA. Di kabupaten/kota lainnya mungkin tidak jauh berbeda.
    Kalau mata uji dikurangi dan 1 komputer dapat dipakai 3 peserta seperti di sekolah/madrasah formal, mudah-mudahan lebih banyak lagi PKBM/SKB yang UNBK Mandiri.

Komentar ditutup.