Lomba inovasi media pembelajaran

Yogyakarta (19/08/2014) Balai Teknologi dan Komunikasi Pendidikan DIY (Balai Tekkom DIY) pada bulan Agustus 2014 ini menyelenggarakan lomba kreativitas dalam bentuk karya inovatif media pembelajaran. Tidak hanya melibatkan pendidik jalur pendidikan formal namun juga pendidik PAUDNI, hanya sayang instruktur kursus, pendidik PAUD dan tutor kesetaraan yang diberi kesempatan tidak banyak yang merespon.

Menurut St. Mulyanta, M.Kom,  staf Balai Tekkom DIY, Balai Tekkom DIY memberikan kesempatan kepada instruktur kursus, pendidik PAUD dan tutor kesetaraan masing-masing 20 orang untuk presentasi pada puncak acara. Sehingga peserta diharapkan lebih dari itu. Menurut data yang masuk di panitia, instruktur kursus yang mendaftar sebanyak tiga orang, menyerahkan media, demikian pula untuk pendidik PAUD. Sedangkan untuk tutor kesetaraan yang mendaftar hanya sejumlah dua orang, itu pun tidak menyerahkan media pembelajaran.

“Sebagai gambaran guru SD dan SMP yang mendaftar lebih dari 400 orang, guru SMA 125 orang, guru SLB 60 orang”, jelas mantan pamong belajar BPKB DIY ini.

Padahal sosialisasi sudah dilakukan jauh hari sebelumnya. “Informasi sudah dilakukan pada bulan Februari 2014 dengan melakukan diseminasi ke lima kabupaten/kota dengan mengundang organisasi mitra dan pengambil kebijakan (Dinas Pendidkan, Red)” ungkap St. Mulyanta, M.Kom. di tengah pembukaan acara Kemah IT di Benteng Vrederburg, Yogyakarta.

Ironis memang, di saat pendidik pada jalur pendidikan nonformal berjuang untuk mendapatkan persamaan hak dengan pendidik jalur formal, namun mereka kurang merespon pada upaya peningkatan kompetensi. Lomba inovatif ini sebenarnya merupakan ajang untuk menunjukkan eksistensi diri para pendidik jalur pendidikan nonformal. Bagaimana kita akan menuntut persamaan hak jika PTK PAUDNI tidak mampu menunjukkan eksistensi dan kemampuannya.

Foto: Yon Irwanto