Imron RosyadiJakarta (11/10) Mengapa masih ada sembilan provinsi yang sama sekali belum memperoleh kejuaraan dalam Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) PAUDNI Berprestasi tahun 2013 di Batam? Kejuaraan didominasi oleh provinsi di Pulau Jawa. Apakah prestasi PTK PAUDNI di luar Jawa kurang menggembirakan? Belum tentu. Lalu kenapa? Ini jawabnya.

Pendamping kontingen Jawa Tengah, Imron Rosyadi, pernah berujar “Modal dasar peserta sebenarnya hanya 40%”. Hal yang sama juga diungkapkan pendamping kontingen DIY, Hikmat Widayat, bahwa jika ditandingkan langsung tanpa pemusatan latihan pasti remek. Artinya, program pemusatan latihan menjadi penting untuk menyiapkan PTK PAUDNI untuk berlomba di ajang Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi. Menaikkan kemampuan yang baru 40% menjadi 100%.

Sudah barang tentu program pemusatan latihan harus dirancang dengan serius, bukan sekedar asal jalan, apalagi hanya sekedar mengesahkan SPJ. Persoalannya masih banyak provinsi di luar Jawa yang belum merancang pemusatan latihan peserta Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi. Jika pun dilaksanakan, waktunya kurang optimal karena faktor geografis sehingga menjadi kendala ketika akan mengumpulkan peserta mengikuti pemusatan latihan yang dilakukan beberapa tahap.

Pada umumnya pemusatan latihan dilaksanakan menjelang keberangkatan ke lokasi kegiatan, padahal dokumen sudah harus dikumpulkan jauh hari sebelumnya. Beberapa daerah tidak bisa menyelenggarakan pemusatan latihan dalam beberapa tahap, yang dimulai dari pembenahan dokumen sebelum dikirim ke panitia pusat. Tidak bisa dilakukan karena kendala geografis itu tadi.

Ada sebagian kalangan yang berpendapat bahwa pemusatan latihan dianggap menyulap dokumen lomba peserta. Justru pada pemusatan latihan akan terjadi proses pembelajaran yang luar biasa, malahan melebihi program diklat yang selama ini mereka sudah ikuti. Bimbingan dan dampingan dari narasumber yang didatangkan terbukti mampu memberikan pemahaman mendasar terhadap dokumen yang harus menyesuaikan dengan kriteria penilaian.

Disinilah sebenarnya dampak adanya program Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi ini. Masih ada sebagian peserta yang memahami tema saja sulit, naskahnya tidak sesuai dengan tema lomba. Terus bagaimana merumuskan latar belakang masalah, permasalahan, tujuan, pembahasan dan sampai pada kesimpulan.  Inilah ajang pembelajaran yang luar biasa.

Instruktur kursus juga mengalami pembelajaran yang luar biasa, dari masih gratul-gratul membuat rencana pelaksanaan pembelajaran sampai dibimbing mahir membuat dan menjelaskan. Ini efek luar biasa dari adanya Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi. Belum lagi kompetensi pedagogik ini nanti akan diimbaskan di lembaganya masing-masing.

Kembali kepada persoalan di atas, jika Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi diharapkan memberikan dampak yang luar biasa di seluruh tanah air, maka pemusatan latihan di provinsi harus digarap dengan serius. Ibarat kata Imron Rosyadi dan Hikmat Widayat, jika dibiarkan maju tanpa pemusatan latihan maka akan blong juga. Tanpa memperoleh kejuaraan apa-apa.

Namun lebih dari itu, juara bukanlah segala-galanya. Karena perlombaan yang sesungguhnya baru akan dimulai pasca peserta yang juara kembali ke lembaga dan daerahnya masing-masing. Yaitu berlomba-lomba dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan nonformal. Kalian akan menjadi juara sejati jika mampu memberikan makna pada dunia pendidikan nonformal. Jika tidak, kalian hanyalah juara pecundang.