DIklat TI utk PTK PAUD 024Yogyakarta (08/04) Mulai Senin, 8 April 2013, selama lima hari di Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) Dinas Dikpora DIY diselenggarakan pemberantasan ‘penyakit TBC’. Bukan dokter yang didatangkan ke BPKB DIY untuk melakukan pemberantasan penyakit TBC, namun para pamong belajar yang melakukan aksi pemberantasan tersebut. Lho koq bisa? Ya bisa saja, karena yang diberantas adalah penyakit tidak bisa computer!

Di era teknologi informasi saat ini tidak dipungkiri masih ada masyarakat yang belum melek komputer, termasuk pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI). Di masa yang akan datang program literacy tidak hanya berkutat pada keaksaraan, namun akan bergeser pada melek komputer. Orang yang tidak menguasai dan mengoperasikan komputer akan dianggap ‘buta aksara’ atau dikenal dengan illiteracy computer.

Sebelum PTK PAUDNI semakin tergilas oleh kemajuan teknologi informasi, maka program literacy computer harus mulai digalakkan sejak sekarang. Karena itulah, keberhasilan memasukkan program melek komputer ke dalam program BPKB DIY mulai tahun 2012 lalu merupakan keberhasilan insan penggiat teknologi informasi dan komunikasi.

Program pemberantasan ‘penyakit TBC’ ini dikemas dalam kegiatan yang bertajuk Diklat Teknologi Informasi, yang pada tahun ini diselenggarakan untuk tiga angkatan masing-masing 15 orang.  Pada Senin, 8 April 2013, kemarin dimulai untuk angkatan kedua. Dua angkatan yang sudah dilakukan semua peserta 30 orang berasal dari pendidik PAUD, karena di kalangan inilah masih banyak PTK yang belum menguasai komputer.

Menjadi tantangan tersendiri bagi para instruktur yang terdiri dari pamong belajar dan tim Puskom BPKB DIY, dalam memimbing peserta diklat sampai bisa menguasai kompetensi yang diharapkan. Karena peserta sama sekali ‘nul puthul’, yaitu sama sekali masih buta komputer. Dan itu memang menjadi persyaratan mutlak mengikuti program ini.

“Pak… ini gimana mouse-nya sudah sampai di pinggir meja?” tanya salah seorang peserta ketika menggeser tetikus ke kanan dan sudah di ujung meja. Lalu, Lilik Subiyanto sang instruktur dengan sabar menghampiri, “Begini bu, tinggal diangkat saja mouse-nya ke kiri, diletakkan lalu digeser lagi pelan-pelan ke kanan…”, jelasnya ramah.

Angkatan pertama dan kedua diorientasikan pada pengenalan perangkat komputer, Microsoft Office Word dan Microsoft Office Excel. Pokok materi yang disampaikan pun langsung yang berkait dengan bidang tugasnya di satuan PAUD, misalnya membuat dokumen surat, rencana kegiatan harian (RKH), dan catatan penilaian anak. Angkatan pertama dilaksanakan pada tanggal 1-5 April 2013 dan angkatan kedua pada 8-12 April 2013.

Surtini dari SPS PAUD Tunas Bangsa Ngaglik, Semanu, Gunungkidul menyatakan sama sekali belum bisa komputer dan sudah lama ingin bisa komputer, namun baru kali ini berkesempatan ikut. “Saya bersyukur bisa ikut diklat ini, sehingga nantinya saya bisa mengetik sendiri dan tidak akan merentalkan pengetikan” tambah Surtini.

Lain halnya dengan Saryanti pendidik Taman Tumbuh Kembang Anak Jauzza Rahma Yogyakarta, ketika SMA sudah bisa komputer karena pernah mendapatkan pelajaran komputer. Namun karena lama tidak digunakan sehingga sudah lupa. “Harapan saya nanti bisa mengetik sendiri rencana kegiatan harian dan berbagai surat menyurat lainnya. Karena kebetulan di lembaga saya ada komputer yang bisa digunakan”

Pada angkatan ketiga yang rencana akan dilaksanakan pada tanggal 15-19 April 2013 materi diklat diorientasikan pada internet sehat dan masih diikuti pendidik PAUD. Namun pada angkatan ini peserta dipersyaratkan sudah menguasai komputer, minimal Microsoft Office.