mocopatAda semacam paradok dimana generasi muda semakin kesulitan dalam mempelajari Bahasa Jawa. Hanya orang-orang yang sudah tua saja yang mampu menggunakannya sesuai konteksnya. Padahal budaya Jawa adalah salah satu budaya adiluhung yang ada di Indonesia yang perlu dilestarikan.

Upaya melestarikan budaya dengan menguasai bahasa Jawa menjadi tugas dan tanggung jawab kita semua khususnya dari suku bangsa Jawa. Jangan sampai orang Jawa lupa atau hilang filosofi Jawa-nya. Mempelajari bahasa Jawa akan sangat berguna bagi kita dalam melambungkan keagungan budaya dan nilai-nilai tradisi Jawa. Salah satunya adalah dengan menjadiMaster of Ceremony atau pranata adicara Bahasa Jawa.

Sehubungan dengan itulah maka Balai Pengembangan Kegiatan Belajar DIY menyelenggarakan Pelatihan Pranata Adicara Bahasa Jawa. Menurut Dri Hardono, S.Sos, Kasi Pemberdayaan BPKB DIY, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, sikap dan ketrampilan MC Bahasa Jawa (Pranata Adicara) sehingga lebih profesional dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Pada kegiatan ini pelatihan diikuti oleh 15 orang utusan Sanggar Kegiatan Belajar Kabupaten/kota se-DIY, dan karyawan di lingkungan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY.

Pelatihan Pranata Adicara Bahasa Jawa diselenggarakan selama 32 (tiga puluh dua) jam pelajaran yang dilakukan selama 4 hari pada tanggal 19 sd 22 Maret 2012. Adapun materi yang diberikan meliputi pemahaman tentang keprotokolan, pengetahuan tentang busana Jawa dan aturannya khususnya daerah Yogyakarta, tembang Macapat yang relevan, pemahaman berbagai upacara adat Jawa khususnya di Yogyakarta, teknik menjadi MC/pranata adicara.

Pada akhir acara pelatihan seluruh peserta diwajibkan untuk mengenakan busana Jawa dan mempraktekannya sesuai dengan tugas kelompok masing-masing. Dalam praktek ini, peserta dibagi menjadi 3 kelompok dengan setting yang berbeda. Kelompok satu dengan setting srah-srahan temanten, kelompok dua ijab kabul, dan kelompok tiga dengan setting temon/panggih.

Seluruh peserta terlihat sangat antusias dan berusaha mengaplikasikan apa yang sudah diajarkan selama empat hari. Setelah praktek usai dilakukan pula evaluasi oleh masing-masing kelompok. Totok Suryo Gupito selaku pemandu acara menyampaikan bahwa praktek kali ini luar biasa hasilnya.

Pada tahapan berikutnya, kegiatan sejenis akan dilibatkan pendidik PAUD, dengan tema yang berbeda yaitu melatih pendidik PAUD untuk membiasakan bahasa dan budaya Jawa dalam pembelajaran satuan PAUD. Demikian ungkap Dri Hardono, yang juga lulusan Antropologi UGM ini. Kegiatan pelatihan bahasa dan budaya Jawa untuk pendidik PAUD ini akan diselenggarakan pada tanggal 26-29 Maret 2012.