Sumber foto: http://presidenri.go.id

Sumber foto: http://presidenri.go.id

Yogyakarta (10/10) Tidak seperti pelantikan Gubernur pada umumnya yang dilakukan pada Sidang Paripurna DPRD, pelantikan Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Sri Paduka Paku Alam IX sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY tanpa melalui Sidang Paripurna. Tapi dilakukan di Gedung Agung dan dilantik langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudoyono.

Menurut Djohan Hermansyah, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, peraturan tentang pelantikan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah nomor 78 Tahun 2012 tentang Pelantikan Kepala Daerah DIY. Pelantikan pada Gubernur daerah lainnya dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden dalam Sidang Paripurna DPRD.

Keistimewaan lainnya pada pelantikan yang berlangsung pada hari ini (10 Oktober 2012) yang dihadiri oleh 400 orang, 150 orang di antaranya terdiri dari tamu undangan sejumlah menteri  dan ketua lembaga setingkat menteri, pimpinan DPR serta sejumlah duta besar negara sahabat. Tamu undangan tersebut tidak pernah diundang pada pelantikan Gubernur provinsi lainnya di Indonesia. Kalau pun ada menteri yang hadir, biasanya memiliki hubungan emosional atau struktural dalam partai pengusung.

Pelantikan dilakukan oleh Presiden di Ruang Garuda Gedung Agung Yogyakarta. Di Ruang Garuda ini hanya 150 orang yang masuk dan bisa menyaksikan langsung pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY. Sisa undangan, 250 orang lainnya, ditempatkan di Ruang Pagelaran yang berada di bagian belakang utama Gedung Agung. Selama acara mereka hanya bisa melihat melalui layar lebar yang disediakan protokol istana.

Walaupun pelantikan Gubernur dan Wakil DIY hanya bisa diikuti kalangan terbatas, namun rakyat Yogyakarta menyambut gembira pelantikan ini. Kegembiraan dan sekaligus ungkapan rasa syukur pelantikan Raja Yogyakarta sebagai Gubernur DIY, pedagang kaki lima (PKL) Malioboro menggelar tumpengan di kawasan Jalan Malioboro. Bahkan selama satu hari penuh, siang dan malam PKL Malioboro libur berjualan untuk mangayubagya penetapan Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Sri Paduka Paku Alam IX sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY berdasarkan UU nomor 13 Tahun 2012 Tentang Keistimewaan DIY.

Jogja memang istimewa, istimewa untuk Indonesia.