FatchanOleh Moch. Fatchan Chasani

Hamemayu- Pendidikan sering dihadapkan pada kasus dilematis yang sulit terurai pemecahannya. Biaya operasional versus mutu atau kualitas merupakan dua hal yang terus dicoba penyelesainnya.

Tidak dapat diabaikan bahwa operasional pendidikan membutuhkan biaya sebagai prasyarat dalam menjalankan roda kegiatannya. Pendidik butuh digaji, pembelajaran perlu media dan dana menjadi hal yang vital dalam penyelenggaraan pendidikan. Salah satunya  adalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Masyarakat Indonesia cenderung berpendapat, penyelenggaraan PAUD dapat dilakukan dengan mudah, mengingat sasaran program pendidikan adalah anak-anak. Implementasi di lapangan banyak lembaga pendidikan yang menyelenggarakan program PAUD berbiaya murah dengan konsekuensi kualitas terabaikan.

Masalah tersebut biasa terjadi pada PAUD nonformal dengan satuan Kelompok Bermain (KB), Satuan PAUD Sejenis (SPS) dan Tempat Penitipan Anak (TPA). Hal ini berakibat banyak lembaga PAUD nonformal terkesan asal-asalan dalam menyelenggarakan pendidikan ini. Implikasinya, kualitas pendidikan menjadi rendah dan cenderung kurang mendapat apresiasi atau partisipasi orangtua.

Rasi BintangHal tersebut tidak terjadi di PAUD Rumah Anak Sholeh Indonesia (RASI) Bintang yang terletak di Jalan Parangtritis km 8, Dadapan, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Daearah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mengusung visi menciptakan rumah belajar dan bermain bagi anak, PAUD RASI Bintang mencoba menuju PAUD murah namun tidak murahan.

Koordinator Pendidik PAUD RASI Bintang Fresstyana Ristuningsih, S.Pd mengemukakan hal itu seusai musyawarah bersama orangtua wali murid. “Niat kami ibadah dan insyaallah RASI Bintang bisa berkembang,” katanya.

Untuk biaya pendidikan, orangtua cukup membayarkan biaya bulanan sebesar Rp.25.000,-. Sudah termasuk snack dan layanan kesehatan setiap dua bulan sekali. Menurut pengelola, biaya tersebut dirasa masih kurang. “Kami coba pas-pasin dengan anggaran yang ada,” ujar Ny Dewi Novitasari S.Kep.,Ns. selaku bendahara sekaligus koordinator bidang kesehatan PAUD RASI Bintang.

Untuk mencukupi biaya operasional, lembaga ini mengajukan bantuan dan melakukan kerjasama, antara lain dengan Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Yogyakarta melalui Tim Tosca Training. Kerja sama tersebut berbentuk kegiatan outing class dengan simulasi di PAUD RASI Bintang pada 26 Juli 2013. Simulasi tersebut merupakan tahap awal sebelum dilakukan uji coba di Kebun Binatang Gembira Loka, yang rencananya dilaksanakan bulan Agustus 2013.

PAUD RASI Bintang mengajarkan, keterbatasan bukan kendala untuk meraih prestasi. Berbekal niat dan kegigihan, serta komitmen para pengelolanya sudah mampu membuktikan dapat menyelenggarakan proses pendidikan PAUD.

Penulis adalah alumnus Jurusan Pendidikan Luar Sekolah FIP Universitas Negeri Yogyakarta. Di samping menjadi Kepala Sekolah Rasi Bintang dan pengelola Kikoku Islamic Preeschool, juga nyambi menjadi instruktur komputer di Sanggar Kegiatan Belajar. Di Majalah Hamemayu bertugas sebagai reporter alias wartawan yunior yang siap menseniorkan diri.