IPI IPABISurabaya (10/12) Pasca terbitnya Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2013, masih ada persoalan yang harus dipecahkan. Fakta bahwa masih banyak pamong belajar dan penilik yang berstatus pamong belajar terampil atau penilik terampil yang tidak bisa begitu saja dikategorikan dalam jabatan keahlian.

Berdasarkan Permenpan RB nomor 14 Tahun 2010 dan Permenpan RB nomor 15 Tahun 2010, tidak dikenal lagi jabatan pamong belajar terampil dan penilik terampil. Karena syarat kualifikasi minimal adalah sarjana atau diploma IV. Namun tidak dipungkiri tidak sedikit ketika kedua Permenpan RB tersebut diterbitkan masih banyak kawan-kawan pamong belajar dan penilik yang masih berkualifikasi di bawah sarjana/DIV.

Kedua Permenpan RB tersebut memang mengatur pasal-pasal ketentuan peralihan bagi pamong belajar terampil dan penilik terampil. Namun ketentuan peralihan masih sebatas mengatur cara memperoleh angka kredit. Tidak ada satu pasal atau ayat yang dengan secara tegas menyebutkan impasing jabatan pamong belajar terampil atau penilik terampil ke dalam jenjang jabatan sebagaimana diatur dalam kedua Permenpan RB tersebut.

Dalam lampiran II, III dan IV kedua Permenpan RB secara jelas diatur kumulatif angka kedit yang harus diperoleh untuk setiap jenjang jabatan. Namun demikian dalam lampiran V dan VI pada tabel tidak disebutkan jenjang jabatan sebagaimana ditulis dalam lampiran II, III, dan IV. Fakta hukum inilah yang menunjukkan bahwa pamong belajar terampil atau penilik terampil tidak serta merta dapat dikonversi pada jenjang jabatan keahlian.

Pamong belajar terampil atau penilik terampil akan terancam tidak mendapatkan tunjangan jabatan fungsional jika tidak diperjelaskan impasing ke dalam jenjang jabatan sebagaimana diatur pada kedua Permenpan RB tersebut.

Oleh karena itu memperjelas status jenjang jabatan pamong belajar terampil atau penilik terampil, IPABI dan IPI harus meminta fatwa kepada BKN ataupun kementerian untuk menerbitkan regulasi tentang impasing ke dalam jenjang jabatan sebagaimana diatur dalam kedua Permenpan RB.