01-20-05 012Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sebaiknya pamong belajar yang memasuki usia 55 tahun mengajukan perpanjangan batas usia pensiun. Hal ini berlaku bagi pamong belajar PNS pusat maupun PNS daerah. Sudah terjadi beberapa kasus pamong belaja yang tidak mengajukan perpanjangan batas usia pensiun, ketika pensiun pada 60 tahun justru diminta mengembalikan kelebihan gaji dan tunjangan sejak usia 56 tahun.

Berdasarkan ketentuan Pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1994 pada prinsipnya batas usia pensiun PNS adalah 56 tahun. Batas usia pensiun tersebut dapat diperpanjang bagi PNS yang memangku jabatan tertentu. Ketentuan pengecualian batas usia pensiun atau yang lebih tepat disebut dengan perpanjangan batas usia pensiun diatur dalam produk hukum berbentuk Peraturan Presiden (dahulu Keputusan Presiden).

Perpanjangan batas usia pensiun pamong belajar diatur dalam Keputusan Presiden nomor 49 Tahun 1995. Menurut pasal 1 dalam keputusan presiden tersebut diatur bahwa pamong belajar yang menduduki jabatan minimal pamong belajar pratama batas usia pensiunnya dapat diperpanjang sampai dengan 60 (enam puluh) tahun. Nomenklatur pamong belajar pratama mengacu pada Keputusan Menpan nomor 127 Tahun 1990, jika dikonversikan dengan nomenklatur jabatan saat ini adalah pamong belajar muda yang menduduki golongan III/c.

Berbeda dengan jabatan tertentu lainnya, guru sebagaimana tertuang dalam Pasal 30 ayat (4) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen diatur bahwa pemberhentian guru karena batas usia pensiun dilakukan pada usia 60 (enam puluh) tahun. Artinya bagi guru sudah digariskan bahwa tidak memerlukan perpanjangan batas usia pensiun, karena batas usia pensiunnya diatur pada 60 tahun.

Kata ’dapat’ pada berbagai produk hukum terkait dengan perpanjangan batas usia pensiun mengandung makna tidak otomatis, berbeda dengan guru dan dosen. Walaupun di era sebelum otonomi daerah kata ’dapat’ dimaknai bahwa pamong belajar pensiun pada usia 60 tahun tanpa harus mengajukan surat permohonan perpanjangan batas usia pensiun dari unit kerjanya.

Berdasarkan fakta di lapangan dan perkembangan yang terjadi, diseyogyakan pamong belajar yang memasuki usia 55 tahun dan berkehendak untuk pensiun di usia 60 tahun untuk mengajukan perpanjangan ke pejabat pembina kepegawaian melalui instansi terkait (Dinas Pendidikan dan Badan Kepegawaian Daerah) bagi pamong belajar PNS Daerah.

Fakta dan perkembangan yang dimaksud adalah jenis jabatan fungsional tertentu lainnya seperti penilik dan pengawas sudah memberlakukan persyaratan pengajuan perpanjangan batas usia pensiun. Dan pamong belajar akhirnya terkena imbasnya untuk mengikuti aturan tersebut. Pengurus Pusat IPABI sudah mencatat beberapa daerah, bahkan UPT pusat, yang mewajibkan pamong belajar yang memasuki usia 55 tahun untuk mengajukan perpanjangan. Dari informasi yang sudah masuk, usulan perpanjangan batas usia pensiun yang diajukan tidak ada yang ditolak.

Jadi, daripada menyisakan persoalan di kemudian hari lebih baik mengajukan perpanjangan batas usia pensiun.