16 Sept 2005 003Yogyakarta (04/10) Sebagaimana pernah saya ulas, bahwa pengertian pamong belajar secara etimologis mengandung makna pendidik. Hal mana dibedakan dengan guru, yaitu pendidik pada sekolah atau jalur pendidikan formal, sedangkan pamong belajar adalah pendidik pada jalur pendidikan nonformal.

Karena itulah urutan tiga tugas pokok pamong belajar dimulai dari melaksanakan kegiatan belajar, baru melakukan pengkajian program PAUDNI dan diakhiri melakukan kegiatan pengembangan model PNFI. Artinya urutan ini menunjukkan bahwa pamong belajar sejatinya adalah pendidik.

Seorang pamong belajar akan mengingkari kodratnya sebagai pendidik jika selama memangku jabatan tidak pernah melaksanakan tugas sebagai pendidik atau hanya sedikit sekali melaksanakan tugas kegiatan belajar mengajar.

Urutan tugas pokok pamong belajar sebenarnya tidak disusun asal-asalan, karena mengikuti alur logika. Pamong belajar mampu melakukan pengkajian program pendidikan nonformal jika ia sudah memiliki pengalaman langsung sebagai pendidik atau melakukan kegiatan belajar mengajar. Begitu pula pamong belajar yang mampu melakukan pengembangan model berangkat dari hasil kajian program pendidikan nonformal. Karena tidak ada model yang disusun dari belakang meja, tapi harus berangkat dari situasi dan masalah di lapangan.

Karena itulah, jika ingin menjadi pamong belajar yang paripurna. Pamong belajar yang mampu melaksanakan ketiga tugas pokok harus diawali dari melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Konon kabar dulu pernah seorang Kepala UPT pusat (Regional) mewajibkan pamong belajar yang baru diangkat untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan nonformal di sekitar UPT. Namun sayang kebijakan tersebut tidak ada payung hukumnya sehingga akhirnya tidak berlanjut sampai sekarang ketika berganti pimpinan. Di samping ada resistensi dari kalangan pamong belajar, ya karena kebijakan tersebut tidak ada payung hukumnya.

Nampaknya perlu kebijakan program induksi bagi pamong belajar yang baru diangkat, khususnya bagi pamong belajar di balai dan pusat (non SKB), agar memiliki pengalaman sebagai pendidik sebelum melakukan tugasnya sebagai pengkaji dan pengembang model PAUDNI.