IMG_20150224_101537Jakarta (24/08/2016) Seiring dengan rencana penarikan 21 Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) provinsi ke pusat menjadi Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD dan Dikmas) berkembang wacana perubahan pamong belajar menjadi widyaprada. Wacana ini menambah hangatnya diskursus di jagat pendidikan nonformal di samping wacana perubahan pamong belajar Sanggar Kegiatan Belajar menjadi guru pendidikan nonformal.

Berdasarkan Peraturan Menteri PAN dan RB pasal 1 angka (2) ditegaskan bahwa pamong belajar adalah pendidik dengan tugas utama melakukan kegiatan belajar mengajar, pengkajian program, dan pengembangan model pendidikan nonformal dan informal. Sejatinya pendidik melekat pada sebuah satuan pendidikan, sementara itu BP PAUD dan Dikmas bukanlah satuan pendidikan. BP PAUD dan Dikmas mempunyai tugas  melaksanakan pengembangan mutu  pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam BP-PAUD dan Dikmas menyelenggarakan fungsi (a) pengembangan program pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat; (b) pemetaan  mutu pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat; (c) supervisi satuan pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat; (d) fasilitasi penyusunan  dan pelaksanaan  program pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat; (e) pengembangan sumber daya pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat; (f) pengelolaan sistem informasi pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat; (g) pelaksanaan kemitraan  di bidang  pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat; dan (h) pelaksanaan urusan administrasi BP-PAUD dan Dikmas (Permdikbud Nomor 69 Tahun 2015). Jika dicermati dari tugas dan fungsi di atas sebenarnya tidak pas lagi jika diampu oleh pamong belajar yang berstatus sebagai pendidik, walau memiliki tugas utama selain kegiatan belajar mengajar yaitu pengkajian program dan pengembangan model. Terlebih fungsi pemetaan mutu dan supervisi (oleh BP PAUD dan Dikmas) tidak bisa melekat pada tugas pokok pamong belajar sebagai pendidik.

Di sisi lain Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) berdasarkan Permendikbud Nomor 14 Tahun 2015 memiliki tugas melaksanakan penjaminan mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah di provinsi berdasarkan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam melaksanakan tugas tersebut maka LPMP menyelenggarakan fungsi (a) pemetaan mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah; (b) pengembangan dan pengelolaan sistem informasi mutu  pendidikan dasar dan pendidikan menengah; (c) supervisi satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah dalam pencapaian standar nasional pendidikan; (d) fasilitasi peningkatan mutu pendidikan terhadap satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah dalam penjaminan mutu pendidikan; (e) pelaksanaan kerja sama di bidang penjaminan mutu pendidikan; dan (f) pelaksanaan urusan administrasi LPMP. Coba bandingkan antara fungsi BP PAUD dan Dikmas serta LPMP, ada kemiripan bukan? Jabatan fungsional yang ada di LPMP sampai saat ini adalah widyaiswara.

Persoalannya jabatan fungsional yang ada LPMP yaitu widyaiswara kurang cocok dengan tugas dan fungsi LPMP. Widyaiswara adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diangkat sebagai pejabat fungsional oleh pejabat yang berwenang dengan tugas, tanggung jawab, wewenang untuk mendidik, mengajar, dan/atau melatih Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada lembaga pendidikan dan pelatihan (diklat) pemerintah. Masih ada fungsi LPMP yang tidak bisa dikerjakan oleh widyaiswara. Lebih dari itu widyaiswara hanya mendidik para PNS, bukan lainnya. Padahal dalam melaksanakan kegiatannya LPMP disamping melatih guru yang berstatus PNS maupun juga melatih guru non PNS.

Berangkat dari pemikiran inilah ada upaya untuk membentuk jabatan baru di lingkungan LPMP agar fungsinya bisa optimal dikerjakan oleh jabatan fungsional tertentu. Karena pelaksanaan fungsi di luar pendidikan dan latihan tidak bisa dikerjakan oleh widyaiswara. Jabatan fungsional tertentu itu dirancang diberi nama widyaprada, yang diharapkan dalam mengakomodasi pelaksanaan fungsi LPMP.

Sehubungan tugas fungsi BP PAUD dan Dikmas serta LPMP memiliki kemiripan, maka pembentukan jabatan fungsional widyaprada akan diberlakukan pada kedua lembaga tersebut. Apa arti widyaprada?

Sulit menemukan arti kata prada secara online. Hanya sedikit yang bisa menjelaskan. Dari sedikit itu ditemukan bahwa prada dalam bahasa Sanskerta berarti pintar, dalam bahasa yang sama prada juga mempunyai makna pemberian, bantuan. Berbeda dengan perada yang memiliki arti kertas dari emas (perak, timah) untuk perhiasan atau tulisan. Sedangkan widya memiliki arti bakti, benar, berasal dari bahasa Sansekerta vidya yang berarti pengetahuan, diharapkan datang, ilmu, ilmu pengetahuan, keteguhan, kebijaksanaan, pengaruh dan kekuasaan. Jadi kalau boleh diterjemahkan bebas widyaprada adalah orang yang (diharapkan) memberi bantuan. Bantuan apa? Bantuan dalam rangka mengembangkan mutu bagi widyaprada BP PAUD dan Dikmas serta bantuan dalam rangka melaksanakan penjaminan mutu bagi widyaprada LPMP.

Memang ada perbedaan penggunaan kosa kata antara mengembangkan mutu (BP PAUD dan Dikmas) dan melaksanakan penjaminan mutu (LPMP), namun keduanya memiliki muara yang sama yaitu upaya pemenuhan standar nasional pendidikan.

Namun demikian pembentukan jabatan fungsional baru memerlukan waktu yang cukup panjang. Perlu disiapkan kajian dan naskah akademik serta payung hukum. Bahkan jika benar pamong belajar pada Sanggar Kegiatan Belajar benar akan dirubah menjadi guru pendidikan nonformal, maka pamong belajar akan hapus dan tinggal sejarah. Berarti itu harus merubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, dimana keberadaan pamong belajar diakui di dalamnya. Dan pembahasan pembentukan jabatan fungsional baru melibatkan berbagai kementerian dan lembaga sehingga waktu yang dibutuhkan pun tidak sebentar.

Lepas dari itu semua jika memang optimalisasi tugas dan fungsi unit pelaksana teknis (UPT) harus didukung oleh jabatan fungsional tertentu yang tepat, maka tidak ada salahnya diucapkan selamat datang widyaprada! (Walau kini dikau masih berujud embrio, yang entah kapan dirimu akan lahir?)

Baca juga: Dampak Perubahan Pamong Belajar Menjadi Guru Pendidikan Nonformal