100_3596Oleh Edi Basuki

Dalam sistem  pendidikan nasional, dikatakan bahwa jalur pendidikan itu diantaranya adalah pendidikan nonformal (PNF). Seiring dengan perkembangan jaman dan permintaan pasar kerja, program PNF pun secara flesibel cepat menankap peluang pasar, menyiapkan peserta didiknya untuk mengisi dunia kerja yang semakin ketat persaingannya.

Para pegiat PNF, seperti pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) dan lembaga kursus dan pelatihan (LKP) telah berbuat kreatif, berbenah diri meningkatkan kualitas program dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikannya melalui serangkaian pendidikan dan pelatihan, baik tingkat lokal, regional maupun nasional. Pemerintah pun melalui Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan dan Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat, menggelontorkan dana milyaran rupiah untuk mendukung dan mendorong kemajuan program PNF yang dilakukan oleh PKBM dan LKP di seluruh Indonesia. Semuanya dilakukan dalam rangka menyiapkan peserta didik sukses meraih mimpi, meningkatkan kesejahteraannya dalam arti luas.

Agar gaung prestasi PKBM dan LKP semakin meluas dan dikenal khalayak ramai, kiranya upaya yang dilakukan adalah dengan menyebar brosur, memasang baliho atau spanduk diberbagai sudut kota (yang tentu berbiaya mahal), juga lewat pemberitaan di media massa (cetak dan elektronik) dan melalui penyelenggaraan Pameran Luar Sekolah, seperti yang baru-baru ini digelar dinas pendidikan di pusat pertokoan Royal Plaza Surabaya yang banyak pengunjungnya, sehinga mereka pun tertarik untuk mampir melihat kemajuan program, produk dan prestasi PKBM dan LKP dalam menyelenggarakan pendidikan nonformal.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini juga diramaikan oleh jurusan PLS, FIP, Universitas Negeri Surabaya, dengan menggelar aneka lomba karya diklusemas dan acara Talk Show seputar dunia PNF.

“Pameran ini sebagai upaya mendekatkan program PNF yang diselenggarakan PKBM dan LKP kepada masyarakat, agar mereka semakin tahu bahwa melalui program PNF, juga bisa meraih sukses masa depan. Kami dari forum PKBM juga mendukung penuh dan berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan memamerkan produk dan program yang sedang kami laksanakan,” Kata Lukas Kambali, ketua FK-PKBM Surabaya, yang juga sebagai pengelola PKBM “Bina Abdi Wiyata” Surabaya.

Ya, masing-masing PKBM dan LKP menyiapkan brosur, juga beberapa souvenir yang dibagikan kepada pengunjung, ada juga yang melakukan beberapa demo keterampilan serta menjual produk-produk unggulannya (biasanya hasil karya warga belajar binaannya). Semua dilakukan dalam rangka promosi program PNF, karena, sesungguhnyalah PNF sebagai penambah dan pengganti pendidikan formal saat ini sangat diperlukan oleh pencari kerja untuk melamar pekerjaan. Artinya, dunia kerja lebih mengutamakan penguasaan keterampilan praktis ketimbang sekedar ijasah formal, yang seringkali pemegangnya tidak mumpuni sama sekali dengan bidangnya.

“Melalui program PNF lah aneka keterampilan fungsional ditawarkan secara paketan sesuai kebutuhan peserta didik, sebagai bekal mencari kerja atau membuka lapangan kerja baru yang dapat membantu pemerintah mengurangi panjangnya barisan pengangguran,” Tambah Lukas Kambali, yang sehari-harinya tercatat sebagai dosen di Universitas Widya Mandala, Surabaya.

Mungkin kedepan, acara promosi semacam ini perlu diadakan rutin dan dimasukkan ke dalam APBD bidang pendidikan, sehingga masing-masing Kabupaten/Kota, bisa menggelar pameran pendidikan luar sekolah seperti yang dilaksanakan di Royal Paza Surabaya (dan daerah lain yang tahun ini sempat menyelenggarakan). Tentunya juga sambil membenahi ritual tahunan yang bernama pameran Hari Aksara Internasional (HAI), yang dalam perjalanannya hanya sekedar seremonial belaka, banyak menampilkan siswa sekolah formal, guru, PGRI dan penjualan produk unggulan khas masing-masing daerah.

Kedepan, perayaan HAI harus dilaksanakan terpisah dengan perayaan hari guru dan lainnya. HAI harus terasa nuansa nonformalnya, diramaikan sendiri oleh insan pegiat PNF, seperti warga belajar, tutor, fasilitator, pengelola program, penilik, pamong belajar, PKBM dan LKP serta forum pendukung lainnya.

Tentu harapannya, gelaran PNF di Royal Plaza yang melibatkan pegiat PNF se-Jawa Timur itu bisa membawa manfaat dan barokah sekaligus menginspirasi LKP dan PKBM untuk meningkatkan kompetensinya dalam menyajikan menu program PNF kepada penggunanya. Salam.*[eBas/humas ipabi.pusat]

ebas 1Edi Basuki adalah pamong belajar BPPAUDNI Regional II Surabaya dan Humas Pengurus Pusat Ikatan Pamong Belajar Indonesia.