foto 25 agt 05 066Yogyakarta (05/02/2014) Beberapa kali penyelenggara Paket C dari berbagai daerah dengan bangga menyatakan sudah menerapkan kurikulum 2013. Sebagian diantaranya mengatakan siap untuk mengimplementasikan kurikulum 2013. Memang pendidikan formal pada tahun ajaran 2014/2015 diharapkan semuanya menerapkan kurikulum 2013, tapi pendidikan kesetaraan termasuk Paket C belum bisa. Kenapa?

Cetak biru kurikulum 2013 dimulai terbitnya Permendikbud  Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Standar kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik yang harus dipenuhinya atau dicapainya dari suatu satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Berdasarkan pemahaman ini maka pada Permendikbud  Nomor 54 Tahun 2013 ketika merumuskan standar kompetensi lulusan satuan pendidikan Sekolah Dasar (SD) mencakup pula Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Dasar Luar Biasa dan Paket A. Maka dalam rumusan kompetensi lulusan permendikbud ditulis kompetensi lulusan SD/MI/SDLB/Paket A (Lampiran Permendiknas nomor 54 Tahun 2013 halaman 2).

Begitu pula ketika menyajikan rumusan kompetensi lulusan satuan pendidikan SMP ditulis kompetensi lulusan SMP/MTs/SMPLB/Paket B. Serta ketika menyajikan rumusan kompetensi lulusan satuan pendidikan SMA ditulis kompetensi lulusan SMA/MA/SMALB/Paket C.

Artinya standar kompetensi lulusan pendidikan kesetaraan (Paket A, Paket B dan Paket C) dinyatakan harus setara dengan SD, SMP atau SMA. Disinilah landasan yuridis formal awal bahwa Paket A, Paket B dan Paket C masing-masing setara dengan SD, SMP atau SMA. Hal yang sama diatur dalam kurikulum lama (KTSP) dengan Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Permendikbud Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah mengatur kedua jalur pendidikan baik formal maupun nonformal. Artinya tidak ada Permendikbud yang mengatur berbeda antara SD, SMP, SMA dan Paket A, Paket B, Paket C. Standar isi kurikulum 2013 mengatur sekaligus untuk satuan pendidikan formal (SD, SMP, SMA) dan satuan pendidikan nonformal (Paket A, Paket B, Paket C). Namun apakah kurikulum 2013 sudah bisa diimplementasikan pada Paket A, Paket B dan Paket C? Nanti dulu.

Untuk melaksanakan kurikulum 2013 pada satuan pendidikan SMA diterbitkan Permendikbud Nomor 69 Tahun 2013 yang mengatur tentang kerangka dasar dan struktur kurikulum SMA/Madrasah Aliyah, tidak ditemukan kata-kata Paket C.  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kerangka dasar dan struktur kurikulum Paket C belum ditetapkan oleh pemerintah. Atau dengan kata lain belum ada kurikulum 2013 yang berlaku bagi Paket C. Begitu pula untuk Paket A dan Paket B.

Lain halnya jika Permendikbud Nomor 69 Tahun 2013 berbunyi tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMA/Madrasah ALiyah/Paket C, padahal secara yuridis dan isinya hanya mengatur kerangka dasar dan struktur kurikulum SMA/Madrasah Aliyah.  Jadi, Paket C belum ada kerangka dasar dan struktur kurikulumnya.

Pun, Permendikbud nomor 81 A tentang Implementasi Kurikulum 2013 tidak bisa diterapkan pada pendidikan kesetaraan. Jika dipaksanakan menggunakan regulasi kurikulum 2013 yang ada sekarang, konsekuensinya penyelenggaraan pembelajaran pendidikan kesetaraan harus sama dengan sekolah formal. Mau??

Pada saat kesempatan bertemu dengan Prof Dr. Hamid, Ketua Tim Pengembang Kurikulum 2013 awal Desember tahun lalu di Mataram NTB, sudah mengklarifikasi hal tersebut. Dijelaskan oleh beliau bahwa akan ada kerangka dasar dan struktur kurikulum untuk pendidikan kesetaraan (Paket A, Paket B, dan Paket C). Direncanakan akan dirumuskan pada tahun 2014 ini setelah pembahasan kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan khusus (SLB).

Dengan demikian penyelenggara pendidikan Paket C, sampai terbitnya kerangka dasar dan struktur kurikulum Paket C, masih menggunakan kurikulum KTSP mengacu Permendiknas 14 Tahun 2007 dan Permendiknas 3 Tahun 2008.