Pasar SlemanPasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian barang elektronik, jasa dan lain-lain. Selain itu, ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya.

Tapi tahukah Anda bahwa pada jaman dulu pasar tradisional hanya buka pada hari-hari tertentu saja, yaitu hari menurut penanggalan Jawa. Hari menurut penanggalan Jawa adalah Legi, Paing, Pon dan Kliwon. Misalnya dulu pasar Kotagede hanya buka pada hari Legi, pasar Sleman pada hari Paing, pasar Godean pada hari Pon, pasar Wates pada hari Wage, dan pasar Muntilan pada hari Kliwon.

Seiring dengan berkembangnya jumlah populasi manusia serta meningkatnya konsumsi dan transaksi maka pasar tradisional sekarang buka setiap hari. Namun demikian pada hari pasaran tertentu pasar tradisional lebih ramai dari hari biasanya. Termasuk pada hari pasaran Pahing di Pasar Sleman jumlah pedagang dan jenis dagangan yang lebih variatif dari hari biasanya, begitu pula jumlah pembeli yang datang juga lebih banyak dari haari biasanya. Biasanya penjual dadakan yang datang setiap hari pasaran ini menempati lapak di luar area pasar tradisional.

Pahingan SlemanSeperti pada Minggu Pahing (4/3/2012) keramaian Pahingan Pasar Sleman justru membuncah di luar area pasar. Jalan arah ke GOR Pangukan di timur Pasar Sleman menjadi lokasi pasar kaget yang padat jumlah pengunjung dan penjual. Berbagai transaksi terjadi di sana.

Jualan DisiapkanJual Obat GatalJauh sebelum masyarakat datang ke pasar, pagi hari sekitar jam 6 pembeli sudah menyiapkan lapak.

Berbagai teknik penjualan pun dilakukan untuk menarik minat pengunjung membeli komoditas dagangannya. Seperti penjual obat gatal ini menjual dengan pengeras suara, berteriak-teriak di tengah kegaduhan suasana pasar.

Penjual lukisan pun ingin menangguk rejeki di tengah hiruk pikuk Pahingan Pasar Sleman ini, siapa tahu ada pengunjung yang ingin mempercantik ruangan dengan lukisan ini.

Jual LukisanSaya pernah kerepotan mencari onderdil (tombol pemantik) kompor gas yang rusak. Kesana kemari mencari di toko tidak menemukan, justru menemukan di Pahingan Pasar Sleman.

Jual BurungDangdutan Dealer MotorJika anda penggemar burung kicau-kicauan, Pahingan Pasar Sleman adalah salah satutrend setter di Yogyakarta.

Ramainya Pahingan Pasar Sleman juga menarik salah satu dealer sepeda motor memasang gerai di tengah keramaian pasar. Bahkan menggunakan penyanyi dangdut sebagai salah satu daya menarik pengunjung.

Jual AkikKeramaian Pahingan Pasar Sleman tidak hanya di Jalan GOR Pangukan, di sisi selatan dan barat Pasar Sleman pun penuh dengan lapak dadakan. Seperti lapak penjual akik di sisi selatan pasar.

Jual pakaian 1Di sisi barat Pasar Sleman, tepatnya di depan halaman masjid digelar jualan pakaian.

Jual Ikan 1Di sudut barat daya pasar, tepatnya di depan Puskesmas Sleman terdapat beberapa penjual ikan. Baik ikan konsumsi maupun ikan bibit.

Sehabis luhur biasanya penjual lapak kagetan akan mengemasi barang dagangannya. Siang hari pulang ke rumah dan kembali menyiapkan komoditas dagangan untuk dijual pada pasaran berikutnya di pasar yang berbeda. Begitu seterusnya berpindah dari pasar ke pasar tradisional lainnya menyesuaikan hari pasaran. Pola ini seperti pedagang jaman dulu ketika pasar tradisional hanya buka pada hari pasaran tertentu. Pedagang berpindah lokasi pasar menyesuaikan dengan hari pasaran.