Nilai UjianYogyakarta (10/2/2014) Ijazah Paket C yang terbit selama ini hanya ada satu muka, halaman di belakang kosong. Berbeda dengan ijazah SMA dimana pada halaman belakang tercantum nilai untuk seluruh mata pelajaran yang dicapai oleh peserta didik.

Dalam struktur kurikulum Paket C, peserta didik dinyatakan menyelesaikan pembelajaran jika sudah menempuh 122 SKK dan itu dinyatakan dalam bentuk nilai yang dicantumkan dalam ijazah. Sementara itu pada ijazah Paket C tidak ada daftar nilai yang menunjukkan peserta didik telah menyelesaikan mata pelajaran dengan nilai tertentu. Peserta didik hanya diberi surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN) yang terpisah dari dokumen ijazah.

Nilai yang tercantum dalam SKHUN Paket C hanya tujuh mata pelajaran yang diujiannasionalkan. Tujuh matapelajaran lainnya sama sekali tidak ada nilainya, dan tidak ada dokumen nilai pada ijazah. Berbeda dengan ijazah SMA yang mencantumkan semua nilai mata pelajaran, tidak hanya yang diujiannasionalkan.

Karena nilai mata pelajaran yang dicantumkan tidak lengkap, maka ketuntasan penyelesaian 122 SKK peserta didik Paket C pun dipertanyakan. Oleh karena itu, ke depan pada lembar kedua ijazah Paket C akan dicantumkan daftar nilai rata-rata derajat kompetensi (NDK) yang berasal dari nilai rata-rata rapor (70%) dan nilai ujian pendidikan kesetaraan (30%). Konsekuensinya penyelenggara Paket C wajib menyelenggarakan ujian pendidikan kesetaraan (semacam ujian sekolah di SMA) untuk mendapatkan nilai ujian pendidikan kesetaraan.

Pencantuman nilai mata pelajaran lengkap diperkirakan akan dimulai pada tahun 2014 ini. Draf sedang disusun oleh Dit Pembinaan SMA untuk diajukan ke Balitbangdikbud sebagai pencetak blanko ijazah.

Memang tidak logis jika kelulusan hanya ditentukan oleh nilai UN yang tujuh mata pelajaran, padahal ada paling tidak 14 mata pelajaran yang bisa menentukan kelulusan. Ketentuan tersebut tertuang dalam Permendikbud nomor 97 Tahun 2013 tentang Kriteria Kelulusan Ujian Nasional.