pelaksanaan UNYogyakarta (26/03) Ujian nasional (UN) dan ujian nasional pendidikan kesetaraan (UNPK) pada tahun 2013 ini menggunakan sistem barcode. Oleh karena itu, peserta perlu mengikuti tahapan kerja sebelum mulai mengerjakan soal.  Peserta yang tidak memastikan bahwa ia menjawab pada LJUN yang benar, akan mendapat nilai yang jelek, karena saat dipindai, komputer akan keliru membaca.

Untuk menghindari kesalahan tersebut, maka peserta UN/UNPK harus mencermati hal-hal berikut ini:

Langkah pertama, peserta harus memastikan bahwa antara naskah soal dan LJUN masih bersatu. Kalau sudah dalam keadaan terpisah, peserta wajib melaporkannya kepada pengawas dan meminta ganti. Jangan sampai peserta ambil risiko, tetap mengambil naskah soal dan LJUN yang sudah terpisah itu. Harus diganti dengan yang masih dalam kondisi bersatu.

Langkah kedua, pastikan pula bahwa naskah soal dan LJUN tidak dalam kondisi rusak. Peserta perlu memperhatikan satu per satu lembar pada naskah soal dan memastikan bahwa tidak ada satupun soal yang rusak atau tidak terbaca.

Mengapa tahapan ini penting? Karena jika ia menemukan soal yang rusak di tengah-tengah proses pengerjaan soal, peserta harus meminta naskah soal dan LJUN yang baru. Itu artinya, peserta harus menjawab dari nomor satu lagi.

Padahal mungkin dia sudah mengerjakan hingga nomor 20 dan menemukan soal yang rusak pada nomor 21. Jadi, pastikan betul bahwa naskah soal dan LJUN dalam keadaan baik. Jangan mulai mengerjakan soal, sebelum melakukan urutan kerja ini.

Langkah ketiga, begitu peserta telah memastikan bahwa naskah soal dan LJUN dalam keadaan masih bersatu dan tidak rusak, ia wajib menuliskan identitas di naskah soal dan LJUN. Setelah diisi, peserta diperbolehkan melepaskan LJUN dari naskah soal. Langkah ini penting untuk mengantisipasi tertukarnya naskah soal dengan LJUN. Bisa jadi saat peserta ujian sedang mengerjakan, ada angin besar dan menerbangkan naskah soal serta LJUN sehingga tertukar satu dengan yang lain. Tetapi kalau sudah ada nama di naskah soal dan LJUN pasti tidak akan tertukar.

Tahapan kerja ini perlu disosialisasikan dan dipahami dengan baik, sehingga tidak ada peserta yang dirugikan. Sebenarnya tahapan kerja ini sudah kami cantumkan dalam Prosedur Operasi Standar (POS).