Oleh Kurtubi Zaenudin

Tutorial SKB Purwakarta 1Purwakarta (19/09/2014) Model pembelajaran tutorial tidaklah harus membahas soal-soal sulit saja seperti pemahaman kebanyakan tutor selama ini. Dengan sedikit kreasi dan modifikasi gaya mengajar yang out of the box, bahkan dengan kelas gabungan tingkatan 5 dan 6 sekalipun tidaklah menjadi kendala bagi Yeni, tutor pendidikan kesetaraan Paket C di SKB Purwakarta, Jawa Barat.

Yeni mampu meramu pembelajaran ekonomi yang real life, akomodatif, praktis dan edukatif serta tuntas. Hasil pengalaman belajarpun akan terkenang dalam long term memory para peserta didik Paket C.

Tidak masalah kontennya apakah akuntansi, perpajakan, ekspor impor, bursa saham semuanya jadi menarik di tangan ibu satu anak ini.

Sungguh ini sangat cocok diterapkan pada kelas gabungan seperti yang selama ini diterapkan pada kebanyakan PKBM atau SKB yang masih belum memisahkan kelas.

Sebuah contoh model belajar ekonomi tutorial yg patut diapresiasi karena sangat bermanfaat bagi kompetensi peserta didik Paket C. “Bagaimana Anda mengembangkan model belajar seperti itu, apa nama metodanya?” Tanya saya saat monitoring Program Paket C Model yang ada SKB dan PKBM Negeri penerima Bansos 2014 dari Direktorat Pendidikan SMA, Selasa, 17/8.

Tutorial SKB Purwakarta Yeni“Saya tidak tahu nama metodanya, yang saya rasakan adalah beratnya mengembangkan model belajar yang praktis dan cepat yg bermanfaat agar mereka kompeten dengan segala keterbatasan yang ada.” jawabnya dengan antusias.

Awalnya ia berpikir keras bagaimana mengajarkan ekonomi yang bobotnya cukup berat dan lama untuk anak Paket C yang kelasnya digabung dengan variasi pengalaman dasar mereka.

Dari hasil menganlisa itu, tutor lulusan Fakultas Ekonomi ini memutuskan untuk membuat dan mengembangkan model belajar yang sulit diterapkan pada kelas yang dipisah.

“Justru tutorial ini sulit diterapkan pada kelas yang dipisah seperti di formal kelas X, XI dan XII.” tandasnya. Ia beralasan bahwa di situ kunci tutorial ini. Karena gabungan kelas itu dubutuhkan sekali sebagaimana pembeli dan penjual dalam kehidupan sehari-hari berbeda pengetahuannya.

Inti dari metode tutorial ekonomi ini adalah sebuah tutorial yang real life. Peserta didik dibagi dalam kelompok pelaku ekonomi. Pegawai bank dari setara kelas XII berperan sebagai pegawai bank. Direkturnya pun setara kelas XII karena belajar tentang manajemen organisasi.

Dalam transaksinya pegawai bank menerima tabungan dari pedagang besar dan kecil (diperankan peserta didik setara kelas XII) dan dari pegawai kantor atau pribadi dari (setara kelas XI) karena di setara kelas XI baru mengenal transaksi sederhana berupa ambil uang di bank lalu membeli barang di toko kecil. Di sini pedagang toko juga dari setara kelas XII dan pembelinya dari setara kelas XI yang harus bisa membukukan transaksi usaha jasa.

Dari pembagian peran itu peserta didik setara kelas XII yang sudah banyak tahu akan menjadi pelaku ekonomi yang tingkatanya besar seperti pegawai bank, broker bursa saham, pedagang retail besar dan seterusnya bertindak memberi pengetahuan dak simulasi praktek transaksi.

Lalu peserta didik setara kelas XI yang beperan sebagai pegawai kantor jasa melalukan transaksi jasa yang berhungan dan berkait dengan perilaku ekon0mi pedagang besar atau kecil, sedangkan sebagai konsumen adalah peserta didik setara kelas XI yang baru masuk yang baru mengetahui macam-macam kebutuhan sehari-hari baik primer, sekunder maupun tersier. “Dengan siklus kehidupan yg saya simulasikan ke dalam kelas tutorial ini saya maksudkan agar teori di buku dan di real life bisa match” tandasnya.

Gaduh bercampur kesibukan peserta didik dalam menangani masalahnya sendiri sangat kentara di kelas tutor penyuka warna merah ini. Tidak ada anak yang bengong karena hampir semua alat peraga dari mulai membuat nametag, alat kantor, kendaraan berupa mobil-mobilan sampai uang-uangan dibuat oleh tim kreatif kelasnya.

“Apakah tutorial ini cukup hanya dua jam saja”, tanya saya “Ya tidaklah pak, 2 jam tutorial jadwal saya ini akan dilanjutkan minggu depan,” jawabnya sambil senyum sumringah.

Saat kelas diakhiri sebentar lagi ibu Yeni memeriksa pembukuan bank, pedagang grosir, eceran, pegawai kantor dan para konsumen. Semua dinilai dan diperiksa lalu Ibu Tutor ini menutup dengan rasa bangga dan menyampaikan penghargaan atas peran serta peserta didik ini lalu ia menyampaikan proyek minggu depan. Dengan antusias peserta didikpun lewat sorot mata tajam memperhatikan pesannya lalu dengan ucapan alhamdulillah bersama-sama kelas ditutup.

Kurtubi Zaenal*) Kurtubi Zaenal, Tutor PKBM Negeri 26 Bintaro Jakarta Selatan dan Litbang HPTIK PNF Pusat.